× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Berkas Dugaan Korupsi SPPD Fiktif Disperindag Natuna Dilimpahkan ke PN

Berkas Dugaan Korupsi SPPD Fiktif Disperindag Natuna Dilimpahkan ke PN

SHARE
Berkas Dugaan Korupsi SPPD Fiktif Disperindag Natuna Dilimpahkan ke PN

Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Eduard P Sihaloho.

TANJUNGPINANG, sidaknews.com - Berkas perkara kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Natuna tahun 2012 sudah dilimpahkan oleh Kejari setempat ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (4/12/2019). Kasus ini diduga merugikan uang negara sebesar Rp1 Miliar.

Sudah ada tiga orang tersangka yang merupakan mantan pejabat Disperindag Pemkab Natuna di tahun 2011-2012. Tiga tersangka itu yakni Senagib, mantan Kepala Dinas Disperindag Natuna, Arifin Suni Sufiana, mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan Adriani, mantan Kabid di Disperindag Natuna.

Diketahui anggaran SPPD dari APBD 2012 dengan besar anggaran senilai Rp 1,9 Miliar. Sementara itu peran masing-masing tersangka, Senagib, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang menandatangani seluruh SPPD fiktif, sedangkan Andriani, berperan untuk mengkoordinir seluruh SPPD dan Arifin, berperan untuk mengurus seluruh administrasi SPPD fiktif.

"Benar kami melimpahkan berkas perkara korupsi dugaan korupsi SPPD Fiktif di Diseprindag Natuna," kata Gustian Juanda Putra, Kasipidsus Kejari Natuna di PN Tanjungpinang.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Eduard P Sihaloho mengatakan telah menerima pelimpahan berkas perkara korupsi SPPD fiktif di Disperindag Kabupaten Natuna.

Didalam tiga berkas perkara yang dilimpahkan oleh Kejari Natuna ketiganya di dakwaan melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 ayat jo pasal 18 UU nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 KUHP KUHP.

"Karena baru dilimpahkan hari ini, Majelis Hakim yang akan menyidangkan belum ditunjuk," ungkapnya. (Red/RA)