× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post BNNK Tapsel: Dibutuhkan Sinergitas Seluruh Stakeholder Melawan Penyalahguna Narkotika

BNNK Tapsel: Dibutuhkan Sinergitas Seluruh Stakeholder Melawan Penyalahguna Narkotika

SHARE
BNNK Tapsel: Dibutuhkan Sinergitas Seluruh Stakeholder Melawan Penyalahguna Narkotika

Kepala BNNK Tapsel AKBP. Dra. Siti Aminah Siregar didampigi para Kasi, foto bersama dengan para awak media usai konferensi pers terkait capaian kinerja BNNK Tapsel Tahun 2019, di aula Kantor BNNK Tapsel Jalan Raja Inal Siregar Kota Padangsidimpuan, Selasa

Tapsel, sidaknews.com - Penyalahguna narkotika merupakan musuh bangsa yang harus di perangi secara bersama-sama, yang tentunya tidak hanya tugas BNN saja, tapi dibutuhkan sinergitas seluruh stakeholder baik pemerintah, masyarakat, orang tua, pendidik maupun kalangan penggiat anti narkoba.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP. Dra. Siti Aminah Siregar saat menggelar konferensi pers terkait capaian kinerja BNNK Tapsel Tahun 2019, di aula Kantor BNNK Tapsel Jalan Raja Inal Siregar Kota Padangsidimpuan, Selasa (22/10).

Acara dihadiri para Kepala Seksi (Kasi) di lingkungan BNNK Tapsel diantaranya Kasi Rehabilitasi H. Ibrahim Harahap, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Ayini Syuhada, S.Ikom, Kasi Pemberantasan Bambang Sulistio, Kasubbag Tata Usaha, Syahrin Pahmi, para Staf BNNK Tapsel dan insane media.

Menurut Siti Aminah, hingga Oktober 2019 ada beberapa program kegiatan BNNK Tapsel yang telah berjalan diantaranya melaksanakan P2M, rehabilitasi bagi pecandu narkoba dan pemberantasan penyalahguna narkoba dan perang terhadap nahaya narkoba harus dilaksanakan dengan sinergitas seluruh stakeholder.

Sedangkan program prioritas yakni melaksanakan Inpres No. 6 tahun 2018 tentang pelaksanaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan kerja pada instansi pemerintah dan swasta.

“Menindaklanjuti Inpres No 6 tahun 2019 itu, semua lembaga baik itu pemerintah maupun lembaga swasta harus aktif melaksanakan program P4GN di lingkungan kerja masing-masing dan BNNK harus bersinergis serta menjalin koordinasi dengan semua lembaga dan pemerintah di wilayah kerja masing-masing, “ ujar AKBP Siti Aminah.

Selain itu katanya untuk meminimalisir berbagai penyalahgunaan narkotika, ada 6 aksi yang harus dilakukan pihaknya antaralain dengan gencarnya sosialisasi bahaya narkoba ke tengah masyarakat, membuat kebijakan, melakukan tes urine di lingkungan kerja baik pemerintah maupun swasta, membentuk Satuan Tugas (Satgas) dan penggiat anti narkoba, melakukan pemetaan wilayah rawan penyalahguna narkotika dengan memberdayakan masyarakat dan membuat data P4GN.

“Ini yang kita dorong untuk melaksanakan aksi Inpres No 6 tahun 2018 di wilayah kerja BNNK Tapsel meliputi Kabupaten Tapsel, Paluta, Palas, Tapteng, Kota Padangsidimpuan da Kota Sibolga. Untuk Kabupaten Tapsel sendiri 5 aksi telah dilaksanakan mulai dari tingkat Desa hingga Kabupaten/Kota, “ katanya.

Disamping itu juga, dalam menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama antara BNN pusat dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), BNNK Tapsel mendorong seluruh Desa yang ada di wilayah kerja BNNK Tapsel untuk membentuk Desa Bersih Narkoiba (Bersinar), melalui program Dana Desa, yang mana untuk Kabupaten Tapsel baru Desa Sibangkua Kecamatan Angkola Barat yang telah ditetapkan oleh BNNK Tapsel sebagai Desa Bersinar dan Desa Parsalakan akan segera mentyusul.

“Tentunya kriteria untuk menjadi Desa Bersinar tidak mudah, harus ada relawan anti narkoba di Desa segabai jembatan dan perantara antara BNNK dengan pihak Desa dan aktif serta berperan massif dalam mensosialisasikan bahaya narkoba di Desa dengan melakukan sosioalisasi, penyuluhan pembuatan spanduk dan baliho anti narkoba, “ tuturnya.

Sementara itu Kasi P2M BNNK Tapsel Ayini Syuhada, S.Ikom menambahkan, terkait sinergitaqs dengan lembaga khususnya Pemkab Tapsel, pihaknya baru sebatas melakukan sinergitas dan koordinasi dengan pihak Kecamatan, yang diharapkan pihak Kecamatan bisa menindaklanjutinya hingga ke tingkat Desa dan Kelurahan, juga melakukan koordinasi dengan TP PKK Kabupaten Tapsel, sebagai ujung tombak di rumah tangga.

“Dari 212 Desa yang ada di Tapsel, sosialisasi bahaya narkoba yang telah kami lakukan telah tuntas di seluruh Desa di Kecamatan Angkola Muara Tais, Kecamatan Batang Angkola dan tiga Desa di Kecamatan Angkola Timur. Diharapkan 2020 seluruh Desa di Tapsel telah di sasar oleh BNNK Tapsel, “ katanya.

Untuk program rehabilitasi narkoba, Kasi Rehabilitasi BNNK Tapsel H. Ibrahim Harahap memaparkan selama Januari hingga Oktober 2019 pihaknya telah melakukan rehabilitasi kepada pecandu narkoba sebanyak 73 orang baik yang dirawat melalui assement Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Klinik Pratama BNNK Tapsel, dengan rincian, melalui assement antara BNNK tapsel dengan RSUD, dari target 10 orang, yang menjalani perawatan hanya 6 orang, masing-masing, 2 orang di rawat di RSUD Padangsidimpuan dan 4 orang di rawat di RSUD Sipirok Kabupaten Tapsel.

Sedangkan rawat jalan yang dilaksanakan di Klinik Pratama dari target 63 orang pecandu, 50 orang telah selesai menjalani perawatan dan 13 orang lainnya masih menjalani rehabilitasi di BNNK Tapsel.

“Sebenarnya dari banyaknya kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi, yang bersedia di rehabilitasi kategorinya masih sedikit, ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat karena budaya aib dan malu serta saksi yang masih enggan untuk melapor, “ beber Ibrahim. (sabar)