× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Diduga Kades Desa Anjun Meraup Untung Dari Korupsi Sewa Lahan Bengkok

Diduga Kades Desa Anjun Meraup Untung Dari Korupsi Sewa Lahan Bengkok

SHARE
Diduga Kades Desa Anjun Meraup Untung Dari Korupsi Sewa Lahan Bengkok

Ilustrasi: Korupsi.

Purwakarta, sidaknews.com – Diduga melakukan tindak pidana korupsi uang sewa tanah ‘Bengkok’ (lahan aset desa) senilai ratusan juta rupiah, mantan kades anjun terancam diperiksa kepolisian.

Diduga mantan Kades Anjun Kecamatan Pelered Kabupaten Purwakarta menyewakan tanah desa tanpa prosedur, bahkan kabarnya uang senilai ratusan juta masuk kerekening pribadinya bukan ke rekening desa setempat.

Sementara terpantau di Unit III tindak pidana korupsi (tipikor) Polres Purwakarta pada Jum’at lalu (06/09/2019), beberapa pejabat tampak dimintai klarifikasi mengenai asset desa berupa tanah yang disewakan mantan kades.

Adapun pejabat yang di periksa yaitu dari Pemda Purwakarta, kemudian mantan camat Pelered yang saat ini menjabat sebagai Camat Cibatu tampak memasuki ruangan unit III Polres Purwakarta.

Kasat Reskrim Purwakarta, AKP. Handreas saat dikonfirmasi melalui seluller, membenarkan tengah melakukan lidik atas dugaan penyewaan tanah desa yang diduga dilakukan oleh mantan kades berinisial AT yang baru saja beberapa hari lalu berakhir masa jabatannya.

“Iya,” singkat Kasat Reskrim melalui seluller saat ditanyakan prihal tersebut.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, tanah desa anjun diduga di sewakan kepada pihak perusahaan yang tengah mengerjakan kereta cepat sebilai 700 juta lebih.

Uang senilai ratusan juta tersebut kabarnya mengalir  menjadi ke dua nomor rekening, yaitu nomor rekening pribadi mantan kepala desa dan berikutnya mengalir ke nomor rekening Desa Anjun.

Mantan kepala Desa Anjun, AT, saat berusaha dihubungi untuk diklarifikasi masalah tersebut belum memberikan keterangan secara resmi.

Bahkan saat dikonfirmasi via seluller tidak pernah diangkat, kalaupun ada yang mengangkat telephone bukan mantan Kepala Desa Anjun.

“Maaf bapanya baru berangkat ke masjid,” ujar suara wanita diujung telephone, diduga suara yang menerima telepon adalah istrinya AT. (MH)