× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Gubernur Babel Resmikan Sekolah Alam Balai Kemuliaan

Gubernur Babel Resmikan Sekolah Alam Balai Kemuliaan

SHARE
Gubernur Babel Resmikan Sekolah Alam Balai Kemuliaan

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman meresmikan Sekolah Alam Balai Kemuliaan yang berlokasi di Bukit Sakbuk, Kabupaten Bangka. Jumat (8/11/2019).

BANGKA, sidaknews.com - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman meresmikan Sekolah Alam Balai Kemuliaan yang berlokasi di Bukit Sakbuk, Kabupaten Bangka. Jumat (8/11/2019).

Selain Peresmian yang ditandai dengan Penandatanganan Prasasti Sekolah Alam Balai Kemuliaan, Gubernur juga berdialog bersama para siswa/siswi dari area daerah setempat, yang diundang hadir dalam kegiatan tersebut, serta menanam pohon di areal Sekolah Alam Balai Kemuliaan.

Gubernur dalam kata sambutannya mengatakan, dengan adanya sekolah alam ini, akan memberikan pengetahuan atas kecintaan manusia kepada alam sekitar. "Melalui sekolah alam ini, kita dorong untuk menciptakan kader - kader yang sejak dini mencintai alam. Kepada anak - anak berikan target," kata Gubernur Erzaldi.

Keberadaan Sekolah Alam ini, menurut Gubernur, akan memberikan dampak kepada anak - anak untuk mandiri dalam menjaga alam sekitar.
Pada kesempatan itu, Gubernur Erzaldi mengajak anak - anak sekolah mau menanam tanaman di lingkungan sekitar sekolah, demi menjaga kelestarian alam sekitar.

"kondisi alam saat ini sudah mengalami banyak kerusakan, sehingga kondisi alam yang saat ini sudah rusak dapat dikembalikan kelestariannya seperti dulu kala.
Dengan adanya sekolah alam ini, saya juga berharap, para siswa dapat belajar tentang melestarikan lingkungan dan menjaga alam tetap asri serta berkelanjutan untuk generasi dimasa mendatang. Ungkap Erzaldi

Sebelumnya, Pendiri Bangka Alam Lestari, Ahung mengharapkan, melalui Sekolah Alam ini, diharapkan anak - anak yang di didik dapat mengetahui dan melakukan kegiatan bagaimana menjaga dan melestarikan alam.
Kawasan Balai Kemuliaan ini, menurut Ahung, bukan hanya untuk melaksanakan kegiatan pendidikan saja, namun ada kegiatan religious, dimana dapat digunakan untuk bermeditasi dan kegiatan keagamaan lainnya. (Fajri)