× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Ilham Hadi, Remaja Pecandu Rokok di Sukabumi Butuh Teraphy Pshikososial

Ilham Hadi, Remaja Pecandu Rokok di Sukabumi Butuh Teraphy Pshikososial

SHARE
Ilham Hadi, Remaja Pecandu Rokok di Sukabumi Butuh Teraphy Pshikososial

Ilham Hadi (Sumber Foto Komnas PA).

Sukabumi, sidaknews.com - Seorang remaja asal Karawang, Sukabumi yang kecanduan merokok sejak berusia 8 tahun dan sempat dikurung orangtuanya di kandang kambing karena kerap mencuri agar bisa membeli rokok butuh Teraphy Pshikososial.

Hal ini disampaikan Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait kepada wartawan melalui sambungan WhatssApp, Senin (07/10/2019).

Arist mengatakan, untuk mengakhiri derita Ilham Hadi (17) yang juga kerap menjadi korban kekerasan fisik dari masyarakat karena sering ketahuan mencuri agar bisa memenuhi kebiasaan merokoknya butuh perlindungan.

Ia mendesak Dinas Kesehatan Pemkab Sukabumi, Jawa Barat untuk segera melakukan assesment kembali agar bisa mengetahui therapy apa saja yang diperlukan Ilham.

Dikatakan Arist, cara lain untuk menyembuhkan Ilham dapat juga dilakukan dengan mengkarantinanya agar bantuan re- integrasi phsikososial atas ketergantungan merokok bisa merubah prilakunya.

Dia berharap, masyarakat juga jangan melakukan kekerasan fisik dan main hakim sendiri melihat perilaku Ilham. Pemerintah daerah Sukabumi agar bersama-sama mencari solusi menyelamatkan penderitaan Ilham.

"Saya akan menyurati dan berkoordinasi dengan Dinkes Sukabumi untuk mencari sosusinya. Bagi keluarga khususnya orangtua Ilham, jangan lagi menghukumnya dengan cara memasung di kandang kambing dan para pegiat anti tembakau di Indonesia dapat memberikan pertolongan serta advokasinya,"ujarnya.

Sementara Umar orangtua Ilham menyebut, jika warga menginginkan agar anaknya harus dikurung di kandang kambing karena sangat meresahkan. Sehingga dirinya membutuhkan penjelasan tentang hukuman apa yang pantas bagi anaknya.

Akibat kecanduan merokok, anaknya Ilham sering mendapat tindakan kekerasan dari warga karena ketahuan mencuri hanya untuk memenuhi atau membeli rokok.

"Saya juga tadinya mau lapor polisi tapi dipikir-pikir lagi juga karena melihat kesalahan Ilham. Jadi hukuman apa yang pantas bagi anak yang sakit seperti ini, penjara rehabilitasi atau hukum rimba. Saya menjadi bingung, tindakan apa yang harus dilakukannya," ucap Umar mengutip keterangan yang ditulis Ketua Komnas PA di WhatssApp resminya.

Sesungguhnya dari lubuk hati yang paling dalam, sambung Umar lagi, dirinya tidak menerima bila anaknya terus diperlakukan kasar, apalgi saat dikurung di kandang domba. Karena di kandang itu, Ilham sempat kesulitan bergerak dan tidak bisa makan akibat rasa sakit yang dialaminya setelah dipukuli warga.

"Dulu mah, Ilham ini disebut anak negara dan anak asuh Pemda karena diangkat oleh salah satu dokter di Cisaat Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Sukabumi,"ujarnya.

Umar mengaku telah menjual rumah demi pengobatan anaknya. Saat itu Ilham sempat menjalani pengobatan di RSUD Syamsudin selama kurang lebih 1 tahun.

"Sekarang ini kami tinggal di sebuah gubuk berukuran 4 X 1,5 meter. Karena setahun berobat di rumah sakit diwajibkan rawat inap 3 kali selama 20 hari, lalu berobat jalan ke dokter syaraf tapi belum ada perkembangannya," sebutnya.

Untuk memastikan keberadaan dan kondisi Ilham, selain berkordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Sukabumi. Komnas Perlindungan Anak mengagendakan segera menurunkan Tim Relawan Sahabat Anak Indonesia dan Komnas Anak perwakilan Jawa Barat untuk menemui Ilham dan keluarganya. (Anita)