× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Jamalludin Koedoeboen: Bermimpi Disiang Bolong Susi Pujiastuti Keluarkan Regulasi Tak Becus

Jamalludin Koedoeboen: Bermimpi Disiang Bolong Susi Pujiastuti Keluarkan Regulasi Tak Becus

SHARE
Jamalludin Koedoeboen: Bermimpi Disiang Bolong Susi Pujiastuti Keluarkan Regulasi Tak Becus

Ketua Kerukunan keluarga Maluku Jakarta yang juga merupakan pratiksi Hukum DR Jamalludin Koedoeboen,SH.MH.

TUAL, sidaknews.com - Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti yang menerbitkan Peraturan Menteri (Permen DKP) Kelautan dan Perikanan Nomor KP No.56 Tahun 2014 tentang Penghentian Sementara (Moratorium) Perizinan Usaha Perikanan Tangkap di WPP NKRI, dinilai sangat merugikan Maluku yang dinobatkan sebagai Lumbung Ikan Nasional.

Ketua Kerukunan keluarga Maluku Jakarta yang juga merupakan pratiksi Hukum DR Jamalludin Koedoeboen, SH.MH, mengatakan, "Diduga Susi Pujiastuti, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI itu sedang bermimpi disiang bolong pada saat mengeluarkan Regulasi yang tidak memberikan dampak ekonomi, maupun peningkatan kesejahteraan Masyarakat. "Katanya. Jum'at (11/8).

Bahkan, lanjutnya,Keterangan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bahwa, terdapat ratusan bahkan ribuan kapal milik Susi Pujiastuti, yang berada dilaut arafura ini membuktikan bahwa adanya monopoli Perikanan yang dilakukan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan pada saat itu.

" Pa Jamal, saat suatu hari kami mencari kapal yang tenggelam, ada ratusan bahkan ribuan kapal yang di duga milik Ibu Susi Pujiastuti, sedang mencari dilaut arafura " ucapnya.

Seharusnya pada saat mengeluarkan Regulasi, Ibu Susi harusnya mengetahui bahwa, Maluku tadinya telah ditetapkan sebagai lumbung Ikan Nasional, yang seharusnya membangkitkan gairah ekonomi masyarakat Maluku, bukannya dibungkam, stak nan dan mati, akibat dari regulasi yang dinilai tidak becus. ujar Koedoeboen kesal.

Selain itu, Koedoeboen juga membeberkan, kunjungan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ke Perusahan Maritim Timur Jaya pada saat itu bukan merupakan agenda kunjungan orang nomor 2 di Republik ini, namun karena permintaannya sehingga beliau berkenaan hadir dan melihat langsung Perusahan tersebut.

" Saya jujur, sebenarnya tidak ada agenda kunjungan Wapres ke Perusahan, namun saya yang mendorong, agar beliau bersedia melihat perusahan pada saat itu " bebernya. (RD)