× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Kepala Kantor KSOP Palembang Bantah Tudingan Hambat Investasi

Kepala Kantor KSOP Palembang Bantah Tudingan Hambat Investasi

SHARE
Kepala Kantor KSOP Palembang Bantah Tudingan Hambat Investasi

Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) klas IIA Palembang, Irwan.

MUBA, sidaknews.com - Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) klas IIA Palembang, Irwan, membantah tudingan terhadap KSOP dan Dirjen Hubla menghambat investasi. Buktinya, sebanyak sembilan izin Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (Tersus) terbit dalam wilayah kerjanya selama empat bulan menjabat Kepala KSOP klas II Bom Baru Palembang.

Irwan mengajak pelaku usaha agar menyikapi dengan positif kegiatan penertiban Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (Tersus) yang merupakan tindak lanjut Surat Edaran Dirjen Hubla terhadap KSOP diwilayah kerjanya masing-masing.

"Dilapangan, meskipun banyak menemukan TUKS dan Tersus yang belum memenuhi perizinan, kami tidaklah dengan serta merta langsung menutup aktivitas Pelabuhan tersebut. Bahkan pemilik Jeti kami undang rapat, kami beri masukan terkait kekurangan dan apa apa yang harus mereka lakukan selanjutnya," kata Irwan, Selasa (12/11/2019).

Pihaknya menekankan agar pelaku usaha mengurus sendiri perizinannya. Hal ini bertujuan untuk menghindari pembengkakan biaya dan proses yang panjang yang dianggap momok dikalangan pengusaha selama ini.

"Dengan mengurus sendiri perizinannya mereka jadi tahu dimana dan apa yang mesti mereka lengkapi selanjutnya," terang Kepala KSOP Palembang tersebut.

Untuk Tersus yang sudah beroperasi sejak 2016 dan izinnya masih dalam proses diberikan dispensasi melengkapi dokumen perizinan hingga 31 Juli 2019. Pada bulan Agustus 2019 terbitlah surat edaran Dirjen Hubla tentang penertiban Tersus dan TUKS.

"Bulan September 2019 semua harus lengkap tak boleh lagi Tersus maupun TUKS yang tak berizin melakukan aktivitas," ujarnya.

Selama 4 bulan menjabat Kepala Kantor KSOP Palembang, Irwan menjelaskan sudah terbit 9 izin Tersus maupun TUKS dalam wilayah kerjanya. Hal ini tentunya tidak terlepas dari sikap pro aktif jajaran KSOP yang malah dianggap nyinyir oleh pelaku usaha karena diundang rapat, sosialisasi aturan baru dan hal lainnya.

"Bagi kami itu hal yang tak perlu dipermasalahkan, yang penting tujuan kami tercapai dengan semakin tertibnya masalah perizinan. Karena perlu diketahui mempermudah investasi tidaklah dengan serta merta melabrak aturan atau perundangan-undangan yang berlaku," kata Irwan memberikan penegasan.

Mengundang pelaku usaha dalam suatu pertemuan, lanjut dia merupakan salah satu trik melakukan pendekatan dengan mereka. Karena intensitas yang tinggi dalam berinteraksi membuat pihaknya mengetahui apa apa kekurangan yang harus dilengkapi pelaku usaha.

"Dengan mengetahui kekurangan mereka kita dapat dengan mudah membantu memberikan solusi dan mereka juga jadi semakin memahami tentang prosedur perizinan usaha mereka. Dan hasilnya, terbantah dengan sendirinya bahwa butuh biaya besar dan butuh waktu lama mengurus perizinan itu tidaklah seperti anggapan mereka selama ini," pungkas Irwan. (Awam)