× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Kuota BBM Dikurangi Pertamina, Antrian Panjang Mengular di SPBU BTN UN

Kuota BBM Dikurangi Pertamina, Antrian Panjang Mengular di SPBU BTN UN

SHARE
Kuota BBM Dikurangi Pertamina, Antrian Panjang Mengular di SPBU BTN UN

Antrian Panjang kendaraan Roda Empat dan Roda Dua, mewarnai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BTN UN.

Tual, sidaknews.com - Antrian anjang kendaraan Roda empat dan Roda dua, mewarnai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BTN UN,jalan Raya Ohoitel, Kelurahan Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan Provinsi Maluku.

Hans Rahantoknam, seorang sopir angkot yang selalu beraktivitas di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, mengaku kecewa dengan pelayanan petugas SPBU yang hanya membuka satu loket pengisian BBM jenis premium saja, sehingga terjadinya antrian mengular disepanjang jalan seperti sekarang ini.

"Petugas SPBU hanya buka satu tempat pengisian bensin saja, jadi katong antri sampe sudah panjang bagini." ujarnya.

Hans Rahantoknam, yang sering di sapa Narko ini, meminta kepada Pemerintah di Kedua Daerah ini, serius menyikapi persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di kedua Daerah ini. Pintanya.

Keluhan Narko ini karena, setiap kali akan melakukan pengisisan Premium,selalu saja terjadi antrian panjang sehingga untuk mendapatkan 40 hingga 50 Liter premium, harus menunggu 30 menit hingga 1 jam, Paparnya

Sementara itu, Nazir Waroy Pengawas Lapangan SPBU BTN UN, kepada Wartawan mengatakan, setiap hari terjadi antrian panjang, lantaran adanya pengurangan Kuota BBM oleh pihak pertamina kepada pihak SPBU BTN UN.

" Awalnya kuota kami 70 Ton, namun pada bulan kemarin, Pertamina menurukannya menjadi 50 Ton, ini yang menyebabkan terjadinya antrian panjang " ujarnya.

Menyoal alasan pengurangan kuota BBM oleh pihak Pertamina, Waroy mengaku, tidak tahu menahu soal pengurangan kuota tersebut, karena itu haknya Pertamina dan kami tidak bisa menginterfensi keputusan tersebut.

" Tidak Tahu soal Pengurangan Kuota tersebut, karena itu kewenangannya Pertamina." ujarnya.

Selain itu menyoal apakah persoalan ini sudah diketahui oleh Pemerintah dan Anggota DPRD Kota Tual, Waroy, mengatakan, Anggota DPRD Kota Tual dan sejumlah Wartawan pernah berkunjung ke kantor SPBU, untuk menayakan hal yang sama, setelah ada penjelasan dari kami, rombongan pun meninggalkan lokasi SPBU, tetapi sampai sekarang tidak ada tindakan lanjutan oleh Wakil Rakyat tersebut. kata Waroy dikantor SPBU.

Untuk itu, Waroy mengharapkan, Pemerintah dan Pimpinan serta Anggota DPRD Kota Tual yang baru, kiranya dapat melihat permasalahan ini dengan arif dan bijaksana, sehingga dapat memenuhi kebutuhan BBM Masyarakat Kota Tual. Harapnya. (RD)