× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Langkah Strategis Drs Dahlan Hasan Tiga Tahun Ini Dalam Rangka Mewujudkan Visi dan Misi

Langkah Strategis Drs Dahlan Hasan Tiga Tahun Ini Dalam Rangka Mewujudkan Visi dan Misi

SHARE
Langkah Strategis Drs Dahlan Hasan Tiga Tahun Ini Dalam Rangka Mewujudkan Visi dan Misi

Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution dan pembangunan beberapa tempat di Kabupaten Mandailing Natal.

Mandailing Natal, sidaknews.com - Terobosan dan langkah strategis yang telah di laksanakan Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs H Dahlan Hasan Nasution dalam rangka akselerasi percepatan pembangunan daerah.

Langkah tersebut Untuk mewujudkan Visi dan misi Bupati Mandailing Natal yaitu “Mandailing Natal yang Berkedaulatan Pangan, Mandiri Ekonomi, Sehat, Cerdas, Didukung Sarana Prasarana, Infrastruktur Yang Kuat Serta Masyarakat Religius Berbudaya“ sebagaimana tertuang dalam RPJMD menjadi target pencapaian yang harus diraih dalam kurun waktu lima tahun kepemimpinan Drs H Dahlan Hasan Nasution.

Secara normatif, RPJMD ditindak lanjuti dalam bentuk RKPD, RAPBD dan selanjutnya APBD sebagai program kerja tahunan.

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan berbagai aspek dan lingkungan strategis yang mengitari, tentu saja program pembangunan yang telah tertuang dalam dokumen perencanaan yang ada tidak sepenuhnya berdampak signifikan terhadap pencapaian visi dan misi daerah. Beragam permasalahan pembangunan menjadi penyebab lambatnya progres pencapaian target yang harus dicapai. Persoalan tersebut antara lain masalah ekonomi berupa meningkatnya pengangguran dan kemiskinan, menurunnya kemampuan pemerintah dalam memenuhi pelayanan sosial dasar, terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transportasi antar dan intra wilayah, menurunnya kualitas pemukiman, alih fungsi lahan pertanian, kejadian bencana alam, lemahnya daya saing investasi dan lain-lain.

Menyadari adanya berbagai persoalan yang dapat mengakibatkan lambannya proses pencapaian visi dan misi daerah, Dahlan Hasan Nasution sebagai Bupati Madina mengambil langkah-langkah terobosan yang terkesan ‘nyeleneh’. Akan tetapi bila dikaji lebih jauh, maka terasa memberikan solusi yang cukup signifikan dalam rangka akselerasi pembangunan Madina ke depan.

Adapun langkah-langkah strategis yang dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun ini, antara lain :

Pertama, Pembangunan Tapian Siri-siri dan Taman Raja Batu, Kedua objek ini menjadi solusi atas keterbatasan Pemerintah Daerah dalam memenuhi kebutuhan pelayanan infrastruktur. Kehadiran kedua objek ini selain menjadi lokasi rekreasi untuk warga Madina, yang lebih utama adalah tersedianya lapangan atau fasilitas untuk berbagai kegiatan seremonial pemerintah daerah, tanpa harus mengeluarkan biaya untuk sewa tempat seperti waktu sebelum adanya lokasi ini.

Berbagai event penting secara lokal maupun nasional telah berlangsung pada Taman Raja Batu, antara lain Kunjungan Resmi Presiden RI Joko Widodo dalam rangka silaturrahmi dengan Pemerintah dan masyarakat Madina sekaligus penyerahan sertifikat kepada masyarakat. Even lokal lainnya seperti peringatan HUT Madina, upacara hari-hari besar yang melibatkan masyarakat, juga telah pernah dilaksanakan Silaturahmi Nasional Barisan Muda Indonesia Raya (BMIR) dan sebagainya.

Sebelum ada Taman Raja Batu, Pemerintah Kabupaten menyewa lapangan terminal Aek Godang dengan nilai kontrak lebih Rp 40 juta pertahun. Namun, sekarang Pemerintah tidak mengeluarkan dana lagi untuk mengontrak lapangan upacara dan event lainnya.

Kedua, Pembukaan Jalan Lingkar Kotanopan secara swadaya sepanjang 10 km, jalan ini mengatasi persoalan terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transportasi intra wilayah. Dalam waktu yang tidak terlalu lama keberadaan jalan sepanjang 10 km ini akan ditingkatkan menjadi hotmix. Dulunya, masyarakat Kecamatan Kotanopan cukup kesulitan guna mengangkut hasil bumi karena tidak adanya akses jalan di wilayah itu.

Ketiga, Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan,"Sebagai dampak langsung dari kegigihan Drs Dahlan Hasan Nasution dalam menerobos berbagai hambatan dalam pembangunan dengan diskresi yang melekat pada kepala daerah.

Hal ini mendorong keterpanggilan masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Lahan seluas 12 ha yang dihibahkan oleh dermawan warga kotanopan yang diperuntukkan bagi pembangunan Kampus STAIN Madina menjadi bentuk nyata partisipasi masyarakat.

Semangat Dahlan Hasan Nasution dalam membangun daerah itu jadi tauladan bagi masyarakat, sehingga membangun daerah dengan cara kebersamaan dan gotong royong itu bisa dibangkitkan.

Keempat, Pematangan Lahan Pembangunan Rumah Sakit Umum,"Dalam rangka efisiensi dan juga percepatan pembangunan gedung baru RSUD Panyabungan, Drs H Dahlan Hasan Nasution mendorong berbagai kalangan yang perduli Madina terutama kalangan dunia usaha untuk berpartisipasi aktif membantu proses pematangan lahan. Pembangunan RSUD ini tentunya sangat bermanfaat dalam upaya meningkatkan pelayanan sosial dasar. Hingga saat ini progres pembangunannya sedang berjalan, dan tidak lama lagi akan dapat difungsikan.

Kelima, Bandara Bukit Malintang,"Dalam upaya peningkatan pelayanan jaringan transportasi udara Pemkab Mandailing Natal secara serius dan sungguh-sungguh mendorong percepatan terwujudnya pembangunan Bandara Bukit Malintang. Tahapan yang telah dilaksanakan adalah penyerahan lahan kepada Kementerian Perhubungan, penyelesaian Detail Enginering Design (DED), Master Plan, dan Studi AMDAL. Selanjutnya tahapan pembangunan diharapkan akan dimulai pada tahun 2020.

Keenam, Pembangunan Pelabuhan Palimbungan," Bukan hanya transportasi angkutan udara, Drs H Dahlan Hasan Nasution juga telah sukses menyelesaikan pembangunan pelabuhan Palimbungan di Kecamatan Batahan yang saat ini pembangunannya telah selesai.

Pelabuhan ini tentunya akan membantu akses transportasi laut yang bisa memudahkan pengangkutan hasil bumi masyarakat, dan berpeluang membuka lapangan kerja bagi warga Madina yang bertempat tinggal di kawasan pelabuhan.

Ketujuh, Pelebaran dan Pembangunan Jalan ke Panyabungan Timur," Akses jalan ke Panyabungan Timur selama ini jadi keluhan masyarakat dikarenakan sempitnya lebar jalan ditambah kerusakan badan jalan yang mengakibatkan warga Panyabugan Timur terisolasi. Hal ini memacu semangat Drs H Dahlan Hasan Nasution guna membantu masyarakat, sehingga saat ini sedang dilakukan pengerjaan pembangunan pengerasan jalan dan diserta hotmix sepanjang 13 Kilometer.

Sebelumnya, Drs Dahlan Hasan Nasution melakukan pelebaran jalan menuju Panyabungan Timur, dan saat ini dilanjutkan dengan pembangunan peningkatan jalan sedang berlangsung.

Kedepalan, Pembangunan Hutan Sosial," Memperhatikan permasalahan dan keluhan yang dialami masyarakat seperti keberadaan ladang ganja di kawasan Tor Sihite, keinginan untuk mengembalikan kejayaan Kopi Mandailing, juga keluhan masyarakat beralihnya fungsi lahan pertanian menjadi areal pemukiman masyarakat . Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution mengupayakan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan supaya dibangun Perhutanan Sosial di Kabupaten Madina.

Apa yang diupayakan tersebut sudah mencapai hasil, Pemerintah Pusat mengabulkan apa yang diperjuangkan Bupati Madina itu, dengan membuat program Perhutanan Sosial di Madina seluas 102 Hektar. Lahan tersebut nantinya akan dibuat sebagai upaya mengembalikan kejayaan Kopi Mandailing. Selain itu, juga akan ditanami kebun nenas, pisang, dan menyiapkan lahan puluhan hektar guna membangun pabrik guna mengolah hasil bumi dari Perhutanan Sosial tersebut.

Kesembilan, Program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," Drs H Dahlan Hasan Nasution juga saat ini sedang memperjuangkan program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang bertujuan menumbuhkan ekonomi masyarakat. KEK ini akan memetakan potensi bisnis untuk dikembangkan di wilayah itu, juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dan tentunya akan menyumbang Pendapatan Asli Daerah.

Dalam hal ini, Dewan KEK Nasional pada bulan Agustus yang lalu telah datang meninjau langsung wilayah yang akan dijalankan program KEK di Kecamatan Batahan. Adanya pelabuhan dan pembangunan akses jalan menurut Dewan KEK Nasional akan mempercepat program ini berjalan.

Kesepuluh, Pembangunan Bukit Mandera," Drs H Dahlan Hasan Nasution juga memanfaatkan kesenian, budaya, dan adat istiadat daerah sebagai peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat. Dalam hal ini, Bupati Madina merancang pembangunan Bukit Mandera di wilayah Kecamatan Natal. Disitu nanti akan ditampilkan pernak pernik adat, budaya, dan kesenian daerah yang dapat menambah ketertarikan wisatawan yang berkunjung ke Mandailing Natal.

Selain untuk menampilkan kekayaan budaya Mandailing Natal, Bukit Mandera ini juga bermanfaat sebagai jalur evakuasi bila sewaktu-waktu ada bencana alam dikarenakan wilayah Kecamatan Natal berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Kesebelas, Wisata Puncak Muhasabah," Salah satu objek wisata religi yang dibangun Bupati Mandailing Natal Drs H Dahlan Hasan Nasution adalah Punca Muhasabah. Objek wisata ini terletak di Tor Sihite dengan ketinggian 700 mdpl di atas permukaan laut. Dan, setiap tamu yang berkunjung ke tempat ini mengagumi keindahan panorama alam dari ketinggian, sembari menyadari besarnya Kekuasaan Allah Swt Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dari ketinggian puncak Muhasabah akan dapat melihat pesona alam 6 kecamatan meliputi Kecamatan Panyabungan sebagai ibukota Mandailing Natal. Kemudian Kecamatan Panyabungan Selatan, Kecamatan Panyabungan Timur, Panyabungan Barat, Bukit Malintang, dan Kecamatan Nagajuang.

Keduabelas, Perubahan Status STAIM menjadi Negeri," Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Mandailing Natal, Drs Dahlan Hasan Nasution merangkul tokoh yang berasal dari Madina dan berada di Jakarta untuk penegerian STAIM.

Upaya penegerian STAIM ini sudah cukup lama bergulir, namun perubahan status tersebut akhirnya terealisasi berkat upaya Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution bersama tokoh masyarakat yang ikut berperan.

Saat ini, mahasiswa yang kuliah di STAIN Madina bukan hanya putra daerah, tetapi banyak mahasiswa yang datang dari luar Kabupaten Madina dan di lua Provinsi Sumatera Utara. Dan, saat ini sudah ada 14 perodi yang ada di kampus kebanggaan masyarakat Madina itu, yang mana dulunya hanya ada dua perodi.

Ketigabelas, Pembukaan Akses Jalan Komplek Paya Loting ke Sipalangka," Infrastruktur jalan merupakan salah satu sarana pendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution telah melakukan pembukaan jalan sepanjang 9 Kilometer dimulai dari komplek perkantoran Paya Loting menuju Desa Sipalangka Aek Marian.

Pembukaan jalan ini untuk menambah akses jalan baru yang berguna membantu memudahkan akses transportasi masyarakat dari Sipalangka menuju komplek perkantoran, juga membantu masyarakat petani mengangkut hasil bumi.

Keempatbelas, Pembangunan Bagas Godang," Dalam rangka melestarikan adat budaya dan kesenian daerah. Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution memprakarsai pembangunan Bagas Godang yang bertempat di Saba Purba. Bagas Godang ini nantinya akan menampilkan semua adat istiadat, budaya da kesenian khas daerah Mandailing Natal.

Secara berkesinambungan, pelajar dari semua sekolah di Kabupaten Madina bergantian datang mengunjungi Bagas Godang sebagai kegiatan ekstra kurikulum sekolah. Hal ini sebagai salah satu upaya menyelematkan generasi muda dari kebiasaan-kebiasaan yang jauh dari norma etika beragama dan berbudaya sekaligus menguatkan motto Negeri Beradat dan Taat Beribadat. (putra)