× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Limbah Tahu-Tempe Cemari Krueng Dhoe Banda Aceh

Limbah Tahu-Tempe Cemari Krueng Dhoe Banda Aceh

SHARE
Limbah Tahu-Tempe Cemari Krueng Dhoe Banda Aceh

Limbah Tahu-Tempe Cemari Krueng Dhoe Banda Aceh.

Banda Aceh, sidaknews.com - Limbah Industri (Home Industri) Produksi tahu dan tempe di Sinyalir Cemari Krueng Dhoe, sebut Saiful Banta, Keuchik Gampong Seutui, Banda Aceh, Jum’at (11/10).

Limbah Buangan dari prabrik tahu ini sudah lama dialiri ke sungai oleh para pelaku usaha makanan bahan baku kacang kedelai namun selama luput perhatian Pemko, yakni melalui dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh.

“sudah saatnya Pemko memberi peringatan pengusaha produksi tahu dan tempe selama ini beroperasi menyediakan wadah bak penampung limbah tidak lagi membuang sungai tersebut takala Sungai kering. “limbah yang mengendap cemari lingkungan. “Sebagaimana di ketahui air dan lumpur berwarna hitam menebarkan bau busuk sangat tergangu masyarakat di sepanjang bantaran sungai. "Katanya.

Terkait limbah tahu dan tempe olahan kedelai ini apakah mengandung kimia atau tidak saya juga belum bisa pastikan”. Karena belum ada hasil uji Sempel air yang mengarah adanya Kimia. “yang jelas limbah air tahu itu berbahaya lingkungan umum. tegas Saiful Banta.

"Untuk itu kita berharap Pemko Banda Aceh perlu ketegasan memberi teguran kepada para pengusaha Industri (Home Indutri), supaya mereka tidak lagi mengaliri limbah sungai karena dampak itu Masyarakat sangat tergangu. "ujar Saiful banta.

“artinya kita bukan tidak mendukung program Pemko untuk menumbuhkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)”. semua pihak harus dukung program pro Masyarakat kecil, menengah, namun lingkugan juah lebih penting. “jangan UMKM kita dukung malah luput perhatian kepada lingkungan. “dampak dari pada itu lambat laun Wabah Virus (WV) tanpa kita sadari mengancam kesehatan Masyarakat umum.

“Pak Wali juga mengetahui hal itu karena saban hari Air hitam bagaikan Oli buangan mengalir ke sungai depan kediaman rumah Pribadi beliau di gampong Lampaseh Aceh, anehnya sebagai mana kita ketahui limbah hasil produksi tahu dan tempe bebas mengalir Sungai/Krueng Dhoe selama ini. "terang Saiful Banta Ketua Asosiasi Keuchik Banda Aceh.

Kepala Dinas Pangan Pertanian Ke lautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Banda Aceh, Ir. Zulkifli Syahbuddin, MM melalui Kepala Bidang Perikanan, Logi Lisandra, SP dikonfirmasi oleh Media, ia mengatakan. aliran air kesungai itu sumber dari mata ie ketapang, juga pembuangan dari rumah lalu mengalir ke sungai- sungai kecil menuju Kuala Cangkoe, bermuara ke Laut lepas.

“bicara apakah aliran sungai ini tercemar limbah Home Industri produksi tahu tempe bercampur Kimia untuk sekarang ini belum bisa kita pastikan, karena untuk membuktikan hal itu perlu Tes Lab.

“bila ini benar demikian Pemko perlu segera mengambil kebijakan supaya kawasan tepi pantai, laut lepas bebas dari ancaman Kemia supaya bibit ikan dan habitan laut tidak tercemar karena Limbah buangan Home Industri, maupun Produksi Rumah Tangga (PRT) lainnya.

“namun sejauh ini belum ada laporan Masyarakat umum, pemancing ke DPPKP Banda Aceh bahwa Ikan mati terapung di pantai. “entah mereka tidak tahu melapor kemana, entahpun mereka tidak Faham bila ada temuan ikan mati di tepi pantai dampak dari limbah campuran Kimia”. belum bisa dikatakan benar sebelum ada Tes Sampel air ke Lab. “apakah nanti negatif atau Positif.

Bila ada kandungan Kimia yang mengarah pencemaran lingkungan maka kita laporkan ke Pak Wali, supaya beliau segera mengambil tindakan penanganan khusus tidak berbuntut panjang. papar Logi Lisandra.

Kepala DLHK3 Kota Banda Aceh, Hamdani SH, kedua kali di sampari ke kantor beliau untuk konfirmasi beliau tidak berada di tempat, hal yang sama juga Seketaris DLHK3 Dody Haikal berulang kali di hubungi melalui Hanpone Sanuler ke nomor 08126.060x.xxx namun tidak menjawab sehinga berita ini di tayangkan sambari jawaban diedisi berikut. (Dicky)