× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Milad ke-43, Mantan Aktivis GAM Eks Denmark Minta Petinggi Lakukan Evaluasi

Milad ke-43, Mantan Aktivis GAM Eks Denmark Minta Petinggi Lakukan Evaluasi

SHARE
Milad ke-43, Mantan Aktivis GAM Eks Denmark Minta Petinggi Lakukan Evaluasi

Tarmizi Age (Al-Mukarram) paling kiri, saat bersama Dr. Teungku Hasan Muhammad di Tiro, M.S., M.A., LL.D., Ph.D yang di kenal sebagai Wali Negara Aceh di Swedia.

BOGOR, sidaknews.com - Mantan Aktivis GAM, Eks Denmark Tarmizi Age atau yang sering di sapa dengan Al-Mukarram, menyampaikan konsekwensi kegagalan perjuangan GAM, jika tanpa evaluasi menyeluruh, Rabu (4 December 2019), di Bogor.

Bertepatan dengan Milad GAM ke 43, Al-Mukarram mantan aktivis GAMyang pernah naik turun gunung, bahkan pernah menjadi orator di hadapan David Gormand, Manajer Proyek Aceh, Henry Dunant Centre (HDC), saat mendeklar zona damai di kabupaten Bireuen pada 2003, menyatakan prihatin dengan kondisi Aceh paska perdamaian.

Otsus yang menjadi ujung tombak perdamaian Aceh, belum bisa membuat detak perekonomian Aceh berdeguk, kok begini hasil capaian perdamaian ?

Foto kenangan Tarmizi Age (Mukarram) saat Rapat GAM 2002 di Pante Karya, Peusangan Siblah Krueng, Aceh.

Hal-hal yang menyangkut dengan kesejahteraan dan kemiskinan, serta inti permasaalahan Aceh, sehingga kemudian mendatangkan perdamaian RI - GAM inilah, yang dibutuhkan evaluasi khusus para mantan petinggi GAM, yang kemudian di leburkan ke dalam Komite Peralihan Aceh (KPA).

Para mantan petinggi GAM, jangan sampai membiarkan perjuangan ini kayak anak tanpa ayah, hidup terlunta-lunta, cobalah belajar bertanggung jawab, sehingga Aceh tidak lagi menjadi provinsi termiskin di Indonesia.

Ada pandangan yang sulit di bendung, kegagalan Aceh akan dilihat sebagai kegagalan GAM, dimata masyarakat Aceh dan masyarakat dunia Internasional, tegas Tarmizi Age. (Red)