× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Peduli Pendidikan, KAMMI Buka Dialog dengan Pemko Tanjungpinang dan DPRD Kepri

Peduli Pendidikan, KAMMI Buka Dialog dengan Pemko Tanjungpinang dan DPRD Kepri

SHARE
Peduli Pendidikan, KAMMI Buka Dialog dengan Pemko Tanjungpinang dan DPRD Kepri

KAMMI Tanjungpinang Hadirkan Disdik Tanjungpinang & DPRD Kepri Bahas Problematika Guru.

Tanjungpinang, sidaknews.com - Momentum 10 November sebagai hari pahlawan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tanjungpinang menggelar agenda Diskusi bersawa Walikota Tanjungpinang yang dalam hal ini di wakili Oleh Drs. Atmadinata sebagai Kadisdik Kota Tanjungpinang, Syahid Ridho DPRD termuda di Kepri dan Alumni sekaligus Akademisi Ramli Muasmara di SDIT Ar Refah, Senin (11/11/2019).

Dengan mengangkat tema Problematika dan Dilema Guru maka diskusi berlanjut untuk mengetahui sejauh mana peran seorang pendidik dan juga mengetahui secara mendalam terkait persoalan yang terjadi pada guru.

Atmadinata selaku keynotspeaker menjelaskan bahwa persoalan guru diantaranya berkaitan dengan UU Perlindungan Anak, tingkatan dalam jenjang tertinggi guru yang hanya mentok pada A1, masuknya pembelajaran yang berbasis teknologi membuat banyaknya guru yang kesulitan untuk mempraktekkannya, dan masih kurangnya tenaga pendidik dibeberapa daerah.

Dengan beragam problema tersebut maka Syahid Ridho menjelaskan persoalan diatas bisa diatasi dengan cara menetapkan gaji yang besar untuk tenaga pendidik kemudian standarisasi guru harus di kuatkan, contohnya seperti standar yang ditetapkan pada bidang kedokteran dan spesialis. Sehingga tenaga pendidik dengan gaji yang besar juga tidak masalah karena dengan spesialisasi yang jelas membuat keberadaan guru menjadi sesuatu yang diminati dan bukan menjadi opsi terakhir, seperti hari ini kebanyakan orang terlalu mudah untuk menjadi seorang guru padahal belum tentu dia mampu atau memiliki skill dalam kependidikan.

Maka hal itu menjadi persoalan ketika guru yang seharusnya menjadi indikator maju atau mundurnya suatu bangsa malah justru mengalami persoalan yang fundamental dan sudah seharusnya persoalan ini harus di selesaikan.

Selain itu Ridho juga mengungkapkan dengan UU Perlindungan Anak harus di perjelas kembali berkaitan dengan prilaku pendidik, hal ini berhubungan dengan pola didik yang diterapkan oleh guru, sanksi dalam mendidik juga perlu di lakukan dengan tujuan untuk memperingatkan atau memberitahu kepada murid bahwa ada beberapa hal yang benar dan ada yang tidak benar, dan sikap orang tua/wali kepada tenaga pendidik harusnya memberikan kepercayaan kepada guru agar anaknya dapat dididik dan diberikan pembelajaran, dan orang tua juga ikut/membersamai belajar anak untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman anak terhadapt tugas dan materi yang di sampaikan oleh guru.

Ramli selaku Akademisi dan juga orang yang bepengalaman dalam dunia Pendidikan Paling tidak ada 10 kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang guru, diantaranya yang pertama kemampuan pedagogik, yakni bagaimana memahami anak mulai dari pola pembelajaran dan menentukan strategi yang di terapkan agar materi bisa sampai kepada si anak didik. Hal ini penting agar tidak terjadi salah didik anak yang justru akan berakibat fatal pada si anak.

Selanjutnya Andrian sebagai moderator skaligus Ketua Umum PD KAMMI Tanjungpinang menyimpulkan, dengan Mengingat Guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa maka sudah selayaknya standarisasi dan kompetensi guru diterapkan agar guru sebagai pendidik dan pembentuk karakter bangsa bisa terwujud kearah semakin baik, serta kualitas pendidikan yang baik akan meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat bangsa dan negara. (alek)