× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Pembangunan Rabat Beton di Dusun 1 Desa Sei Rejo Sergai Diduga Tidak Sesuai Bestek

Pembangunan Rabat Beton di Dusun 1 Desa Sei Rejo Sergai Diduga Tidak Sesuai Bestek

SHARE
Pembangunan Rabat Beton di Dusun 1 Desa Sei Rejo Sergai Diduga Tidak Sesuai Bestek

Tim investigasi LSM STRATEGI saat meninjau pekerjaan pembuatan jalan rabat beton di dusun 1 desa Sei Rejo, Selasa (5/11)

Tebing Tinggi, sidaknews.com - Aroma dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Desa (DD) atas kegiatan pembangunan jalan rabat beton di dusun 1 Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mulai tercium.

Pantauan tim investigasi LSM STRATEGI pada lokasi kegiatan, tampak begitu banyaknya timbunan pasir yang digunakan pada pembuatan jalan rabat beton tersebut hingga mencapai hampir 10 cm, sementara saat diukur tim investigasi, hasil ketebalan jalan yang akan cor setebal 15 cm, lebar 3 m dan panjang 150 m -200 m.

Demikian diungkapkan kepada sidaknews.com oleh Wakil Ketua LSM STRATEGI Simon Barus yang juga turut dalam monitoring dengan tim investigasi LSM STRATEGI ke desa tersebut, di Kantor DPK LSM STRATEGI di Jalan Gunung Sibayak kota Tebing Tinggi, Kamis (7/11).

Dari temuan di lapangan ini, jelas pelaksanan kegiatan ini tidak sesuai dengan bestek atau Rincian Anggaran Belanja (RAB), apalagi plank proyek yang seharusnya dipasang juga tidak terpasang, sehingga kuat dugaan besarnya anggaran kegiatan ini sengaja ditutupi seperti proyek siluman demi untuk mengambil keuntungan yang banyak, imbuhnya.

Sebelumnya, lanjut Barus, pada Selasa (5/11), tim investigasi juga sudah berkunjung ke kantor Desa Sei Rejo untuk menanyakan keberadaan plank proyek kegiatan tersebut, tetapi Kepala Desa (Kades) Warianto tidak ditemui dan hanya Sekretaris Desa (Sekdes) disertai memberikan no hp Kades tersebut.

Bahkan pada dinding kantor desa juga tidak tampak dipasang banner APBDes Tahun 2019, tetapi banner APBDes Tahun 2018 yang masih terpasang, tandasnya.

Saat temuan ini ditanyakan kepada Kades Sei Rejo melalui no hp 0823xxxxx777, dirinya menyebutkan bahwa kegiatan bukan tanggungjawab saya tapi masyarakat selaku pekerja dan Tim Pengolah Kegiatan (TPK) dan untuk plank proyek masih ditempa, kilahnya.

Menanggapi pernyataan Kades Warianto, Simon Barua mengatakan bahwa perbuatan yang diduga disengaja oleh Kades Sei Rejo dengan tidak memasang banner APBDes dan plank proyek membuktikan kurangnya pengawasan dari pihak auditor Inspektorat dan dari Kecamatan Sei Rampah serta TP4D di Kabupaten Sergai.

Bagaimana penggunaan DD dapat menghasilkan hasil pekerjaan itu dengan baik, bila terjadi pembiaran ??
Untuk itu, kepada penegak hukum diminta untuk mengawasi kegiatan yang notabenenya menggunakan uang rakyat tersebut, terang Simon Barus. (RS)