× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Pengalihan Kegiatan Atas Penggunaan DD di Desa Paya Bagas Sergai Diduga Menuai Masalah

Pengalihan Kegiatan Atas Penggunaan DD di Desa Paya Bagas Sergai Diduga Menuai Masalah

SHARE
Pengalihan Kegiatan Atas Penggunaan DD di Desa Paya Bagas Sergai Diduga Menuai Masalah

Tim monitoring LSM STRATEGI saat meninjau ke lokasi pembangunan saluran parit di dusun 4, yang dikatakan sudah selesai oleh Sekdes tetapi masih dikerjakan.

Sergai, sidaknews.com - Penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2019 di Desa Paya Bagas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terdapat kegiatan yang tidak sesuai pada banner APBDes yang terpasang di dinding kantor desa.

Hal ini diketahui saat awak media dan Tim investigasi LSM STRATEGI untuk kedua kalinya monitoring ke kantor Desa Paya Bagas, Jumat (11/10).

Banner APBDes Desa Paya Bagas Tahun 2019 terdapat kegiatan yang tidak dilaksanakan tetapi digantikan dengan kegiatan yang lain.

Pada banner APBDes tahun 2019 yang terpasang diketahui bahwa pengunaan DD sebesar Rp 781.065.317 dengan rincian kegiatan antara lain pelatihan komputer Rp 40.000.000, pembangunan jalan dengan lapen sepanjang 190 m di dusun 7 sebesar Rp 100.897.000, pembangunan rabat beton 140 m X 3 m di dusun 10 sebesar Rp 86.424.0000, pembangunan saluran irigasi sepanjang 200 m didusun 1 sebesar Rp 90.964.000, pembangunan saluran irigasi sepanjang 170 m didusun 2 sebesar Rp 79.874.000, pembangunan saluran irigasi sepanjang 233 m didusun 4 sebesar Rp 110.364.000, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 140 m di dusun 3 sebesar Rp 111.100.000.l, pengadaan lampu jalan sebesar Rp 10.342.317 dan pelatihan tata boga sebesar Rp 49.200.000.

Saat realisasi penggunaan DD ini ditanyakan
kepada Kepala Desa Paya Bagas Imam Mahyuzar diwakili Sekretaris Desa (Sekdes) Paya Bagas Wika Yunana, beliau mengatakan bahwa bapak Kades tidak masuk ke kantor dikarenakan sakit dan untuk kegiatan yang belum terealisasi hanya tinggal pembangunan leaning di dusun 1 dan 2 saja yang belum selesai, selebihnya sudah selesai.

"Semua kegiatan sudah selesai pak, tinggal kedua kegiatan itu saja yang belum selesai, " kilahnya untuk mengelabuhi.

Berbeda saat ditanyakan kepada salah seorang staf kantor desa, dirinya menyebutkan bahwa terkait kegiatan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 140 m di dusun 3 tidak jadi dilaksanakan atas permintaan warga dan diganti dengan kegiatan pengerasan jalan lapen di dusun 3, imbuhnya.

Menelusuri adanya perbedaan penjelasan kegiatan dari aparatur desa, awak media dan tim investigasi langsung ke lokasi pembangunan kegiatan.

Dari informasi warga setempat diketahui bahwa kegiatan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 140 m di dusun 3 sebesar Rp 111.100.000 tidak terlaksana tetapi digantikan dengan kegiatan pengerasan jalan lapen di dusun 3 ukuran 230 M X 3 m sebesar Rp 120.940.000 yang tidak masuk pada musrenbangdes tahun 2018 oleh Kades.

Pantauan di lokasi pembuatan jalan lapen di dusun 3 yang baru selesai tersebut, tampak bahwa jalan di dusun tersebut dahulunya pada beberapa tahun yang lalu sdh dilakukan pengerasan jalan dengan lapen, tetapi saat ini kembali dikerjakan lagi dengan perkerasan jalan lapen walaupun masih layak untuk digunakan.
Begitu juga kegiatan pembangunan saluran irigasi sepanjang 233 m didusun 4 sebesar Rp 110.364.000, yang dikatakan Sekdes sudah selesai, tampak masih tahap pembangunan.

Saat pelaksaaan perkerasan jalan lapen ini ditanyakan kepada warga yang rumah dan usaha kedainya berada di ujung jalan lapen, mengungkapkan bahwa jalan yang didepan rumah kami yang dahulunya dibangun dengan rabat beton saat ini sudah rusak parah, anehnya kenapa jalan yang masih layak pula yang dibangun, padahal kami sudah berkali minta agar diperbaiki, tetapi sampai saat ini belum juga dibangun, kesalnya

Menanggapi beberapa kejanggalan atas pelaksanaan DD di Desa Paya Bagas ini, Wakil Ketua LSM STRATEGI Simon Barus yang turut serta dalam monitoring tersebut menyebutkan bahwa dalam penempatan anggaran DD, Kades Iman Mahyuzar seharusnya lebih mementingkan pembangunan yang sudah disepakati saat musrenbangdes, bukan sesuka hati atau tanpa mengutamakan prioritas pembangunan.

Dipaparkan Barus, bahwa dari kegiatan perkerasan lapen di dusun 3 sebesar Rp 120.940.000 yang sudah selesai ini, diduga Kades memilih lokasi tersebut untuk mengejar keuntungan yang lebih banyak, sehingga terjadi pemborosan anggaran.

Apa mungkin jalan yang sudah dilakukan perkerasan dan masih layak digunakan, dilakukan perkerasan kembali ?? Sementara pembangunan yang sangat dibutuhkan jadi diabaikan, tegasnya.

Kepada pihak penegak hukum dan pengawas internal diminta untuk benar-benar memeriksa kegiatan yang sebenarnya dan realisasinya serta laporan pertanggungjawaban Dana Desa Paya Bagas ini, terlebih informasi dari masyarakat bahwa ada kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan komputer dan pelatihan tata boga juga diduga tidak berjalan dengan baik padahal anggaran begitu besar, terang Simon Barus.

Saat hal ini ditanyakan kepada Kades Iman Mahyuzar melalui telepon langsung dan sms, hingga berita ini diturunkan juga tidak bersedia memberi jawaban.

Dari data yang ada pada kantor Kecamatan Tebing Tinggi, diketahui pada tahun 2018 Desa Paya Bagas memiliki Dana Desa sebesar Rp 699.714.206, ADD sebesar Rp 333.784.267 dan bagi hasil pajak sebesar Rp 36.056.188. (Hans)