× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Pimpinan Wilayah IPM Lampung Diskusi Tentang Polemik RUU Kekerasan Seksual

Pimpinan Wilayah IPM Lampung Diskusi Tentang Polemik RUU Kekerasan Seksual

SHARE
Pimpinan Wilayah IPM Lampung Diskusi Tentang Polemik RUU Kekerasan Seksual

Pimpinan Wilayah IPM Lampung Diskusi Tentang Polemik RUU Kekerasan Seksual.

Metro, sidaknews.com - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Lampung mengadakan diskusi Kitaku-pas soal RUU PK-S, Sabtu, (12/10/2019) Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) sampai saat ini masih menjadi polemik dikalangan masyarakat karena banyak yang menafsirkan isinya dinilai pro-zina. Di samping itu, ada kelompok yang ingin RUU P-KS segera disahkan.

Pimpinan Wilayah IKatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) bidang Ipmawati mengadakan diskusi Kitaku-pas Jilid I bertema “Pelajar Cerdas Menanggapi Polemik RUU P-KS”. Acara yang dilaksanakan di Aula PDM Kota Metro, dihadiri lebih dari tujuh puluh lima peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar SMA.

Aka Saputra selaku ketua PW IPM Lampung mengatakan, sangat mendukung kegiatan-kegiatan keperempuanan PW IPM Lampung, khususnya di bidang IPMawati, Ucapnya.

Acara ini dengan narasumber dari DPRD Kota Metro, Majelis Tabligh PWM Lampung, dan Koordinator Divisi Penguatan Jaringan Damar Lampung.“Sex Education memang harus diajarkan sejak dini,” Ujar Anna Morinda, selaku wakil DPRD Kota Metro.

 Seperti halnya Rohmad Santosa, mengatakan dari segi keislaman bahwa setiap muslim harus menahan hawa nafsu dimulai dari diri sendiri, ujarnya.

Ana Yunita dari Damar Lampung menjabarkan Pasal-pasal yang menjadi kontroversi dalam RUU P-KS dan angka kekerasan seksual. Laporan dari Polresta Kota Metro, kasus kekerasan seksual banyak terjadi dari orang terdekat dan korban takut untuk melaporakan.

“Kebanyakan korban kekerasan seksual takut untuk melaporkan karena takut dibully, padahal korban kekerasan seksual yang melaporakan, malah lebih bagus.” Ujarnya. (Red/Pr)