× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Seorang Bandar Narkoba di Pesisir Sungai Musi Ditangkap

Seorang Bandar Narkoba di Pesisir Sungai Musi Ditangkap

SHARE
Seorang Bandar Narkoba di Pesisir Sungai Musi Ditangkap

Dir pol Airud Polda Sumsel Kombes Iman saat rilis (20/09).

Palembang, sidaknews.com - Direktorat Polair Polda Sumsel berhasil menangkap seorang bandar narkoba yang mengedarkan sabu di kawasan pesisir Sungai Musi.

Adapun tersangka Charman (41) warga desa Penanginan kecamatan Rantau Bayur kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan, (dia-red) di tangkap timsus gatkum pol Airud kamis (19/09) sekitar pukul 09.00 Wib saat tidur di rakit miliknya di tepi sungai Musi.

"Dir pol Airud Polda Sumsel Kombes Iman saat rilis (20/09) menjelaskan, tersangka Charman merupakan bandar narkoba di pesisir sungai Musi, tersangka sangat meresahkan warga karena memakai senjata api dan sering menakut nakuti. "Sebut Kombes Imam T.

 Lebih lanjut perwira melati tiga ini menjelaskan yang di tangkap tiga orang yang di tetapkan tersangka 1 orang 2 jadi saksi dan masih akan di kembangkan.

Selain menangkap Charman polisi juga ikut mengamankan beberapa barang bukti di antaranya Shabu seberat 1 gram, uang sekitar 16 jt, 2 senjata api jenis pistol dengan 30 amunisi, timbangan digital, bong atau alat hisap Shabu, ratusan plastik kecil untuk bungkus dan hp.

"Diakui Charman, sudah sekitar dua tahun jual beli narkoba jenis sabu di seputaran desanya, biasanya bandar besar yang antar ke rumah setelah pesan lewat HP, pembelinya langsung datang ke rumah termasuk anak kapal nelayan dan penduduk biasa, ada juga yang ngadaikan senjata tajam (pistol) untuk mendapatkan narkoba tersangka dan tukar tambah dengan minyak solar untuk kapal, Ucap tersangka. 

 Untuk dua unit pistol, orang gadaikan sebagai jaminan dengan sabu, sudah dua bulan belum mereka tebus.

Selanjutnya, untuk bisnis sabu-sabu ini tersangka membeli dengan harga Rp60 juta, kemudian di bagi paket kecil jika habis bisa untung Rp10 juta, itupun habis sekitar dua minggu sampai satu bulan , terang Charman. (Iskandar Mirza)