× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Terkait Pilkades, Warga Desa Kecamatan Dolok Unras Blokade Jalan Lintas GunungTua-Sidimpuan

Terkait Pilkades, Warga Desa Kecamatan Dolok Unras Blokade Jalan Lintas GunungTua-Sidimpuan

SHARE
Terkait Pilkades, Warga Desa Kecamatan Dolok Unras Blokade Jalan Lintas GunungTua-Sidimpuan

Pengunjuk rasa blokade jalan lintas Gunung Tua-Sidimpuan.

PALUTA, sidaknews.com - Aksi unjuk rasa masyarakat dari 7 desa di kecamatan Dolok menjadi perbincangan bagi Pengendara yang melintas hal itu terlihat saat pengunjuk rasa memblokade jalan lintas Gunung Tua-Sidimpuan tepat di depan kantor Bupati Padang lawas Utara (Paluta) dan dikawal oleh personil Polsek Padang Bolak dibantu Satpol PP Paluta.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan oleh koordinator Ahmad Fadli Lubis menyebutkan bahwa berdasarkan peraturan Bupati Paluta nomor 29 tahun 2019 tentang petunjuk pelaksanaan pemilihan kepala desa, pada pasal 28 setiap calon yang minimal 2 orang dan maksimal 5 orang diloloskan untuk calon kepala desa berdasarkan hasil panitia desa, kecamatan dan kabupaten yang cukup syarat sesuai pasal 23 dan 26, dan apabila lebih dari 5 calon panitia melakukan pembobotan dan menetapkan calonnya.

Akan tetap mereka menilai banyak kecurangan dan ketidak adilan yang terjadi dilapangan terkait nilai hasil tes Mental dan Ideologi (MI) yang dilaksanakan.

“Ada praktek Nepotisme dan kongkalikong yang dilakukan paniti sehingga merugikan sebagian pihak,” teriak koordinator aksi Ahmad Fadli Lubis dalam orasinya. Kamis (7/11), kemarin.

Dugaan itu terlihat adanya upaya penggagalan yang dilakukan panitia di 7 desa antara lain didesa Rancaran 2 calon dan satu digagalkan, desa Simataniari 3 calon dan satu digagalkan, desa Sungai Pining 3 calon dan satu digagalkan, desa Baringin 2 calon dan satu digagalkan, desa Mompang Dolok 2 calon dan satu digagalkan, desa Sigala-gala 3 calon dan satu digagalkan serta desa Parigi 7 calon dan seluruhnya di lolos kan.

Atas dasar hal tersebut, masyarakat dari 7 desa dikecamatan Dolok menuntut agar meloloskan bakal calon kepala desa yang diajukan panitia desa sesuai dengan Perbup nomor 29 tahun 2019 sebagai calon kepala desa dan meminta kepada panitia tim penguji pemilihan kepala desa agar menunjukkan hasil nilai test mental dan ideologi.

“Kami akan bertahan disini jika bapak Bupati dan pejabat lainnya tidak mau menemui kami,” ujarnya.

Setelah hampir satu jam melakukan orasi, di tengah jalan lintas Sumatera Gunung Tua-Sidimpuan massa kembali ke kantor DPRD Paluta dikarenakan tidak ada tanggapan di karenakan massa bermalam di tempat tersebut. (Febri)