× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Tersangka Pencuri Motor Ngaku Hanya Hitungan Detik Untuk Bereaksi

Tersangka Pencuri Motor Ngaku Hanya Hitungan Detik Untuk Bereaksi

SHARE
Tersangka Pencuri Motor Ngaku Hanya Hitungan Detik Untuk Bereaksi

Solihin (30) warga 14 Ilir Palembang saat memperagakan cara mencuri motor.

Palembang, sidaknews.com - Solihin (30) warga 14 Ilir Palembang hanya butuh waktu lima detik untuk mencuri satu unit sepeda motor. Hal ini terungkap saat memperagakan dan mempraktekan mencuri motor langsung di depan kapolsek Ilir Timur l Palembang Kompol Edy Rahmad, saat rilis di Mapolsek Ilir Timur l Palembang Selasa (22/10).

Dengan memegang kunci model T dua fungsi untuk membuka kunci stang dan kunci motor, Solihin dengan cekatan dan cepat memperagakan cara membuka kunci stang dan menghidupkan motor walaupun dalam kondisi di kunci namun berhasil di hidupkan pelaku.

Tidak butuh waktu lama dan hanya dalam hitungan detik, motor berhasil di jebol Solihin dan motor juga di hidupkan.

Kompol Edy Rahmad dan anggotanya yang memperhatikan tehnik bagaimana pelaku (Solihin) saat membuka kunci motor menggunakan kunci T dengan seksama memperhatikannya.

Usai memperhatikan perbuatan Solihin, Kapolsek Ilir Timur I Palembang mengatakan, Solihin merupakan spesialis curanmor, dan sudah dua kali masuk penjara juga merupakan residivis dengan kasus yang sama.

"Solihin mengaku sudah beberapa kali melakukan curanmor, biasanya jenis motor matic karena mudah di jual dan uangnya digunakan untuk poya-poya beli narkoba dan kebutuhan keluarga juga anak,"kata Solihin.

Tersangka pelaku curanmor juga seorang residivis yang sudah dua kali keluar masuk penjara ini. akhirnya di tangkap polisi, oleh jajaran Polsek Ilir Timur l dan ada dua LP," kata Kompol Edy Rahmad.

Solihin merupakan warga Sungai Rebo Mariana terpaksa kedua kakinya dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha lari dan melawan saat akan di tangkap.

Selain menangkap tersangka, Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti 1 motif kunci T dengan 4 anak kunci serta satu unit handpone dan tersangka dikenakan pasal 363 kuhpidana. (Iskandar Mirza)