× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Viral, Gadis Belia Diseret Seorang Lelaki Diduga Abangnya

Viral, Gadis Belia Diseret Seorang Lelaki Diduga Abangnya

SHARE
Viral, Gadis Belia Diseret Seorang Lelaki Diduga Abangnya

Aksi yang dilakukan saudaranya terhadap adeknya.

Dairi, sidaknews.com - Sebuah video kekerasan berdurasi 46 detik beredar dijejaring sosial Facebook, Rabu (03/10/2019).

Diakun Facebook Putri Hasibuan, memperlihatkan seorang gadis diseret seorang lelaki disepanjang jalan beraspal. Tampak gadis yang diseret tidak berdaya, karena rambutnya dijambak dan diseret sejauh 50 meter.

Dalam video itu, terdengar suara seorang perempuan yang sengaja merekam aksi kekerasan tersebut.

"Aduh Amang, Tuhan Yesus, tolong," teriaknya sambil mengejar pelaku yang sedang menyeret gadis malang itu.

Teriakan si perekam tidak digubris pelaku, Ia terus menyeret korban tanpa menghiraukan teriakan minta tolong.

"Awas ya, nanti kulaporkan kau bang,"teriaknya dengan suara bergetar setengah menangis.

Akun tersebut turut menerangkan kronologi kejadian tragis yang dialami gadis bernama Ribka Beru Hutahean (18).

Akun Putri menulis jika Ribka mendapatkan kekerasan oleh abangnya sendiri dengan cara dipukul pakai kayu, ditampar dan ditendang lalu diseret, seperti diperlihatkan dalam postingan video.

Penasaran dengan aksi kekerasan di video itu, wartawan menelusurinya untuk mencari nomor seluler Putri Hasibuan, akun Facebook yang memposting video tersebut.

Setelah didapat, melalui WhatssApp, Putri membenarkan Ribka bahwa dirinya yang merekam dan memposting video tersebut agar ada orang yang mau menolong Ribka sahabatnya.

Putri mengatakan, saat itu, Ia tak dapat berbuat banyak atau menolong Ribka. Karena tempat tinggal mereka berada di Dusun Sikoning, Desa Simartugan, Kecamatan Pegagan Hilir, Dairi, Rabu (03/10/2019) sekira pukul 17:00 WIB.

"Pas kejadian, semua tetangga masih dilarang. Rumah kami satu sama tetangga lainpun jaraknya berjauhan sekitar 100 meter. Di dusun kami cuma ada 8 Rumah Tangga. Jadi gak bisa minta tolong,"ujarnya dari seberang, Kamis (04/10/2019).

Ia mengisahkan, awalnya Ribka (korban) bertandang ke rumahnya sekira pukul 09:00 WIB dan sempat curhat, ingin pulang ke Pekanbaru tempat kedua orangtuanya.

"Dia kan sudah 3 bulan tinggal bersama abangnya, namun tidak betah karena dilarang bergaul atau keluar rumah. Katanya mau minta ongkos tapi gak dikasih sama abangnya itu yang berprofesi sebagai Pendeta,"ujar Putri.

Nah, tepat pukul 17:00 WIB abangnya muncul sambil menenteng sepotong kayu , saat mereka lagi makan. Tanpa etika dan sopannya, abangnya yang bernama Edison Jeremia Hutahean langsung memukul Ribka dengan sebatang kayu.

"Ia ditampar, ditendang dan dijambak-jambak. Bapak tuaku yang berada dikamar sampe terkejut dan sempat menasehati pelaku. Tapi Ia malah mendamprat bapak tuaku dengan kasar. Jangan kau urusi urusanku, urusi saja keluargamu," ujar Putri.

Setelah itu, Ribka diseret, rambutnya dijambak. Sepanjang jalan diatas aspal sahabatnya itu diseret-seret. Karena tak tau harus berbuat apa dan minta tolong sama siapa.

Berbekal handphone, Putri merekam kejadian itu. Sambil setengah berlari tak beralaskan sandal. Ia mengejar dari belakang dan berteriak histeris memohon kepada Abang Ribka agar sahabatnya jangan dibuat seperti itu.

Seyogyanya masyarakat setempat turut prihatin akan kejadian tersebut Mengingat Kepres No.181 Tahun 1998 yang diperbarui oleh Pepres No. 65 & 66 tahun 2005 tentang peran serta masyarakat dalam mengambil peran dalam kejadian tersebut.

Namun sangat disayangkan, sepertinya Undang-undang yang dimaksud kurang tersosialisasi, sehingga masyarakat/warga yang melihat kejadian tersebutpun tidak mampu (mau) berbuat/bertindak untuk menghindari hal-hal seperti ini. (Anita)