× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut 14 Kelurahan di Kota Tebing Tinggi Digenangi Air, Walikota Tinjau Para Korban Banjir

14 Kelurahan di Kota Tebing Tinggi Digenangi Air, Walikota Tinjau Para Korban Banjir

361
SHARE
14 Kelurahan di Kota Tebing Tinggi Digenangi Air,  Walikota Tinjau Para Korban Banjir

Walikota Tebing Tinghi H Umar Zunaidi saat meninjau lokasi banjir.

Tebing Tinggi, sidaknews.com - Bencana banjir yang melanda Kota Tebing Tinggi sejak Jumat (27/11) pagi, sempat langsung surut, namun debit air kembali naik Sabtu (28/11/2020) pagi dan meluas ke beberapa daerah di Tebing Tinggi.

Kota Tebing Tnggi yang kerap dilanda banjir akibat luapan air Sungai Padang. Pemerintah setempat telah melakukan upaya penanggulangan bencana banjir, termasuk berkordinasi dengan pihak Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dan BWSS II.

Walikota mengatakan, kota Tebing Tinggi kembali kebanjiran akibat Sungai Padang yang meluap, dimana sebelumnya program penanganan Sungai Padang itu sudah diajukan hampir 10 tahun yang lalu, tetapi hingga saat ini masih dalam tahap wacana perencanaan saja dan belum ada inplementasinya dilapangan.

Untuk itu, kita berharap Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PUPR memberi perhatian yang serius. Kalau tidak ada penanganan secara permanen maka diperlukan penanganan darurat.

Minimal melakukan normalisasi Sungai Padang dengan pengerukan, memperbaiki tanggul dan meninggikannya serta melanjutkan pembangunan tanggul yang belum selesai dikerjakan, sebutnya.

Selain itu, lanjut Walikota, juga memperbaiki pintu-pintu klep yang ada yang masuk ke Sungai Padang tersebut agar sesuai standard dan bisa untuk tidak mengairi pemukiman masyarakat seperti saat sekarang ini.

"Hal inilah yang kami harapkan dan tentunya mustahil rasanya bila tidak bisa dikerjakan oleh Kementerian PUPR," imbuhnya.

Terkait hasil pertemuannya dengan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatra II (BWSS), Walikota menyebutan pihak BWSS II memaparkan bahwa rencana normalisasi Sungai Padang baru masuk tahap studi, selanjutnya nanti masuk studi Bank Dunia NUSP untuk membuat kemungkinan perubahan dari pada normalisasi dengan membuat waduk diatas Sungai Padang agar ada tangkapan air.

"Tetapi itukan prosesnya lama, sementara banjir sudah menjadi rutinitas di kota Tebing Tinggi ini.

Menunggu rencana itu, sementara belum dikerjakan, tentunya pemeliharaan daripada Sungai Padang ini perlu dikerjakan, itu yang kita mintakan saat pertemuan tersebut. Karena Sungai Padang merupakan sungai nasional dan tanggungjawab PUPR, apalagi ini menyangkut 3 kabupaten/kota yakni Simalungun, Serdang Bedagai dan Tebingtinggi," tandas Walikota.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Tebing Tinggi Wahid Sitorus dalam laporannya menyampaikan bahwa BPBD belum sempat mendata jumlah korban banjir karena saat ini kita masih fokus pada tahap evakuasi.

"Data terakhir saat kemarin sore, sudah 3.538 rumah yang terdampak banjir dan kita sudah menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir berupa beras dan mie instan. Pagi ini kita juga mendroping makanan berbentuk roti," terangnya.

Selain itu, kita sudah mendirikan tenda-tenda dan posko kesehatan. Yang jelas karena debit air sangat ekstrim maka langkah pertama kita melakukan evakuasi warga yang terjebak didalam air.

"Banyak warga yang terjebak dan kita sudah menurunkan perahu karet sebanyak 7 unit untuk evakuasi dan sementara ini Basarnas juga sedang menuju ke daerah-daerah yang memerlukan evakuasi," ungkap Wahid Sitorus.

Sebagaimana diketahui bahwa hari ini, Sabtu (28)11/2020) banjir luapan Sungai Padang yang melanda 5 kecamatan di Tebing Tinggi semakin meluas dan sudah membanjiri 14 kelurahan yang ada. Ribuan warga mulai mengungsi ke posko yang disediakan. (Hans)

VIDEO