× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut 2 Bulan Selesai Dikerjakan, Jalan Lapen di Desa Gunung Kataran Sudah Rusak Parah

2 Bulan Selesai Dikerjakan, Jalan Lapen di Desa Gunung Kataran Sudah Rusak Parah

316
SHARE
2 Bulan Selesai Dikerjakan, Jalan Lapen di Desa Gunung Kataran Sudah Rusak Parah

Pembangunan jalan dengan lapen yang baru selesai dikerjaoan, sudah rusak parah.

Sergai, sidaknews.com - Baru sekitar 2 bulan selesai dikerjakan, proyek pembangunan jalan dengan lapen di Desa Gunung Kataran Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sudah rusak parah, seperti kembali saat sebelum dikerjakan.

Pantauan sidaknews.com, Jumat (23/10) siang, di lokasi pembangunan jalan, tampak jalan lapen yang menghabiskan anggaran Dana Desa Tahun 2020 sebesar Rp 131.000.000 tersebut sudah kupak-kapik. Berbeda dengan jalan lapen yang dibangun tahun 2019 , masih keadaan 60 persen.

Saat kerusakan ini ditanyakan kepada Sugiono selaku Kepala Desa (Kades) Gunung Kataran, perangkat desa yang ditemui di Kantor Desa mengatakan bahwa Kades dan Kaur sedang ke lapangan mendampingi Tim Inspektorat Sergai memeriksa kegiatan bidang pembangunan desa.

Dari banner APBDes Perubahan TA 2020 Desa Gunung Kataran yang dipasang didinding kantor diketahui total Pendapatan (Transfer) Desa Gunung Kataran sebesar Rp 1.166.432.654 dengan rincian transfer Dana Desa sebesar Rp 822.512.000, transfer Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 321.007.926 dan Bagi Hasil Pajak dan Restribusi sebesar Rp 22.912.728.

Dari besaran biaya transfer yang diterima Desa Gunung Kataran, biaya terbesar dihabiskan pada kegiatan Bidang Pembangunan (fisik) sebesar Rp 633.231.458, antara lain pembangunan jalan dengan lapen di dusun III sepanjang 250m x 3 m sebesar Rp 131.680.000, pembangunan jalan dengan lapen di dusun II sepanjang 420m x 3 m sebesar Rp 126.410.000 dan pembangunan jalan dengan lapen di dusun I sepanjang 250m x 3 m sebesar Rp 131.680.000 serta sub bidang pendidikan sebesar Rp 103.680.000.

Sebelumnya pada beberapa hari yang lalu, awak media juga sudah berulang kali menghubungi no Hp Kades Gunung Kataran 082275xxxxxx, tetapi no kontak tersebut tidak pernah aktif, bahkan hingga berita ini diterbitkan Kades Sugiono seolah menutup diri menghindar untuk dikonfirmasi.

Menanggapi kerusakan jalan dengan lapen yang sudah rusak padahal baru selesai dikerjakan, Ketua LSM STRATEGI Kota Tebing Tinggi - Kabupaten Sergai, Ridwan Siahaan menyebutkan seharusnya semua kerusakan jalan tersebut merupakan tanggungjawab Kepala Desa dan harus dikerjakan ulang karena masih dalam tahap perawatan, bukan dibiarkan begitu saja seperti tidak mau bertanggungjawab atas penggunaaan Dana Desa tersebut.

Semua dana desa yang digunakan dengan pelaksanaan secara swa kelola.ataupun menggunakan jasa pihak ke-3, harus dipertanggungjawabkan secara hukum, sebelum dan sesudah diperiksa kembali oleh tim audit internal pihak Inspektorat Sergai, apalagi kereusakan ini belum sampai tutup tahun anggaran 2020.

Menurut Ridwan, dari lokasi pelaksanaan pembangunan jalan dengan lapen ini, tampak seperti kegiatan ini terlalu dipaksakan, dengan meletakkan pembangunan jalan di lokasi jalan tempat pengangkutan hasil kebun sawit PTPN IV Kebun Pabatu, tepatnya di jalan poros atau pasar pikul.

Seharusnya pembangunan jalan diprioritaskan di loksai pemukiman warga, bukan kepentingan pihak perkebunan. Ataupun bila sudah kehabisan lokasi tempat pembangunan, dana desa tersebut dapat digunakan pada bidang pemberdayaan, tandasnya.

Kepada Tim Audit inspektorat Sergai diminta untuk melakukan pemeriksaan penggunaan Dana Desa sesuai dengan fakta atau progress di lapangan dan untuk menjadi efek jera bagi pengguna anggaran, LSM STRATEGI juga akan menindaklanjuti temuan ini kepada penegak hukum, terangnya. (Hans)

VIDEO