× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim 3 Tersangka Pembunuhan di Depan Musholah Abadah Palembang Dilatarbelakangi Utang Narkoba

3 Tersangka Pembunuhan di Depan Musholah Abadah Palembang Dilatarbelakangi Utang Narkoba

1699
SHARE
3 Tersangka Pembunuhan di Depan Musholah Abadah Palembang Dilatarbelakangi Utang Narkoba

Ketiga tersangka saat diamankan Polisi.

Palembang, sidaknews.com - Unit 1 Sundit 3 Jatanras Polda Sumsel berhasil mengungkap kasus pembunuhan di Musholah Abadah Palembang yang dilatarbelakangi Utang Narkoba. Sabtu (25/7)

Tiga orang yang berhasil di tangkap terdiri dari Deni Afriadi (36) buruh harian, Retno Herlambang (21) buruh dan Mukroni (49) tukang becak, sedangkan 1 tersangka Arfani (31) buruh harian masih buron ke empatnya warga Tangga Buntung lorong Kedukan.

Kasus pembunuhan terhadap Muslin terjadi Rabu (22/07) lalu sekitar pukul 11 Wib di depan musholah Abadah Jl. Sultan Agung kelurahan 1 ilir kecamatan Ilir Timur 2 Palembang.

Direskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Sialagan yang di dampingi ditres narkoba Kombes HerI Istu dan Kasubdit 3 Jatanras Kompol Suryadi daat rilis sabtu, (25/07) mengatakan pembunuhan bermotif hutang narkoba.

"Pembunuhan berawal empat pelaku berangkat dari Tangga Buntung menggunakan dua motor menuju lokasi kejadian membawa clurit dan senjata api. Korban di bacok oleh Arfani mengenai tangan dan kepala kemudian Deni Afriadi menembak dua kali mengenai kepala dan tangan Muslim. Sedangkam tersangka Retno Herlambang dan Mukroni menunggu di atas motor."Terangnya. 

Dari keterangan Deni Afriadi, Ini menyangkut soal hutang narkoba kakak tiri aku punya hutang dengan bos dia tapi keluarga aku yang di ancam, aku di ancam bapak aku, bini aku juga, ngancam lewat  WhatsApp (WA) bahkan langsung ke keluarga aku,"jelasnya. 

Tambahnya, Dia ngancam mau bunuh, nembak, bacok dan siram pakai cuko parah (air raksa/keras) bahkan orang tua saya pernah di sandera dia, padahal yang punya hutang bukan keluraga aku betul cuma kakak tiri, lanjut tersangka.

Ibu saya pernah di siram pakai air teh, rumah kami di patok pakai kayu balok oleh dia, bapak saya pindahkan ke Tangga Buntung dari 1 ilir karena sering di ancam korban, sambil menangis Deni Afriadi bercerita.

Soal hutang aku tak perduli tapi di ngancam keluarga aku jadi haris aku bela, semula aku tidak ada maksud bunuh tapi dia seperti mau cabut pistol di pinggang jadi aku tembak dua kali sambil mejem.

Dia itu anak buah bandar narkoba jadi kakak aku bukan dengan dia yang utang tapi dia yang nagih terus dan ngancam keluarga aku, hutangnya 30 jt tapi bertambah terus hampir 100 juta akui tersangka.

"Sementara Retno Herlambang dan Mukroni tidak tahu kami mau cari dia, kami cuma ngajak aja mau ke Lamabang mereka cuma ngantar dan duduk di motor saat kami libas dia ,"ujar Deni.

Dia tekejut dengar suara tembakan sudah itu kami pergi naik motor balik lagi ke Tangga Buntung, dia kami tinggalkan di situ jatuh berdarah.

"Direskrimum polda Sumsel Kombes Hisar Sialagan yang di dampingi ditres narkoba Kombes HerI Istu dan kasubdit 3 jatanras Kompol Suryadi juga menyampaikan, Tiga tersangka di tangkap unit 1 pimpinan Kanit Kompol Antoni Adhi dan panit Ipda Najamudin serta katim Heri Gondrong atau Hergon."Tambahnya.

Pertama yang di tangkap di kawasan Tangga Buntung Mukroni kemudian, Deni Afriadi di km 12 dan terakhir Retno Herlambang juga di Tangga Buntung. Selain itu ikut juga di amanakn barang bukti di antaranya 2 buah motor, 1 senjata api jenis revolver, pakaian korban.

Akibat perbuatannya ketiga tersangka di jerat dengan pasal 170 khup tentang pembunuhan dengan ancaman penjara di atas 20 tahun penjara. (Iskandar Mirza)

VIDEO