× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim 46 Orang Diciduk Jatanras Polda Sumsel

46 Orang Diciduk Jatanras Polda Sumsel

708
SHARE
46 Orang Diciduk Jatanras Polda Sumsel

Puluhan Preman Tukang Palak, Jukir Liar dan Anak Punk Diciduk jatanras Polda Sumatera Selatan.

Palembang, sidaknews.com - Sebanyak 46 orang yang diduga preman  di seputaran kota Palembang diamankan Subdit lll Jatanras Polda Sumatera Selatan. 

Adapun yang tergulung terdiri puluhan preman, pemalak, juru parkir liar, anak jalananyang sudah meresahkan di sejumlah titik di Kota Palembang dalam operasi preman.

Dalam operasi Opsnal Jatanras Polda Sumsel digelar pada kamis (01/10) di sekitar pasar 16 ilir, Jl. Soekarno Hatta simpamg Macan Lindungan, Pasar Kuto, Mega Ria serta simpang kades km 12 Palembang.

Setelah di amankan mereka di giring ke Mapolda untuk di data dan beri pembinaan, dua di antaranya merupakan perempuan di bawah umur.

"Aku ngamen di simpang Macan Lindungan berdua dengan kawan pria, satu cewek kami tidak maksa berapa yang di kasih kami terima tidak di kasih juga tidak masalah," ujar Biru (nama samaran) salah anak perempuan yang di amankan.

Dari 46 yang di amankan sekitar 14 orang merupakan anak jalanan dan punk sekitar 5 diantaranya anak di bawah umur.

Sedangkan Abidin (34) tukang parkir di seputaran pasar 16 mengaku di amankan anggota jatanras saat duduk bersama temannya lagi ngobrol.

"Aku tukang parkir di pasar 16 lagi duduk dengan kawan di amankan petugas, kebetulan hari ini tidak jaga parkir jadi ngobrol dengan kawan," ujar Abidin.

"Kasubdit lll Jatanras Polda Sumsel Kompol. Suryadi. Sik.MH mengatakan yang di amankan sebanyak 46 orang, hal ini kita lakukan dalam mengantisifasi penjahat jalanan di kota Palembang."Terangnya.

Kita secara rutinitas mengambil sidik jari dan identitas serta mendata semua yang kita amankan untuk mengantisifasi perbuatan kriminalitas yang akan datang.

Ikut juga di amankan anak punk dan lem aibon dari mereka saat operasi, lanjut Suryadi.

Setelah di data dan di ambil identitasnya serta di beri pengarahan sebagai pembinaan ke 46 orang yang di amankan di perbolehkan pulang. (Iskandar Mirza)