× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Abiya Jeuniueb: Agar Bisa Mencintai Tanah Air, Jangan Lupakan Asal Usulmu

Abiya Jeuniueb: Agar Bisa Mencintai Tanah Air, Jangan Lupakan Asal Usulmu

SHARE
Abiya Jeuniueb: Agar Bisa Mencintai Tanah Air, Jangan Lupakan Asal Usulmu

Abiya Jeuniueb (pakai surban) dan ketua TIM Parung Panjang Jamaluddin bin Harun (baju putih,ber peci hitam) sedang mendapat beberapa informasi tentang tujuan kedatangan Abiya ke Batavia, Banten, Jakarta dan sekitarnya.

BOGOR, sidaknews.com - "Meunyoe ka ta meusyiara beu beu toi-beu toi, beek si khan-khan" (Kalau kita mau bersaudara, biarlah benar-benar, jangan setengah-setengah), ujar Abiya Jeunieb di hadapan jamah di meunasah aceh, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Jumat Malam (29/11/2019).

Sesuai informasi yang di terima dari sumber media ini Tarmizi Age atau yang lebih di kenal dengan sebutan Mukarram, mengatakan, kebersamaan masyarakat aceh di Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, mencerminkan betapa orang aceh sangat bersatu saat berada di luar daerah.

"Alhamdulillah kami masyarakat aceh di sini selalu kompak'', ujar Jamaludin bin Harun, ketua Taman Iskandar Muda (TIM) Parung Panjang, di hadapan jamah dan pimpinan dayah Rauhul Mudi Al-Aziziah, Jeunieueb, Bireuen. Aceh, Abiya Jeuniueb.

Kedatangan Tgk Muhammad Yusuf bin Nasir yang lebih dikenal dengan Abiya Rauhul Mudi atau Abiya Jeuniueb, ke meunasah aceh di Parung Panjang, masuk dalam agenda khusus Abiya dalam lawatannya ke Batavia (Betawi), Banten, Jakarta dan sekitarnya, dalam beberapa hari ini.

Di hadapan masyarakat aceh, Abiya Jeuniueb mengajak hadirin untuk tidak melupakan tanah rencong, yang merupakan tanah kelahirannya.

"jangan lupakan asal usul dari mana kita berasal", agar kita bisa menimbulkan rasa cinta kepada tanah air, ujar Abiya sebagai mana di utarakan Mukarram.

Usai pengajian, Jamaluddin bin Harun ketua TIM Parung Panjang, Bogor, menyampaikan kepada Abiya tentang keinginan masyarakat aceh di daerahnya, untuk menghulurkan bantuan, membangun rumah anak yatim dan fakir miskin melalui Barisan Muda Ummat (BMU).

Karena menurut sepengetahuan mereka, Abiya Jeuniueb, selain pimpinan dayah juga ketua BMU, sebuah forum yang bergerak membangun rumah anak yatim dan fakir miskin di aceh.

"Alhamdulillah sejumlah uang terkumpul malam itu, dan akan terus di lanjutkan kedepan, dalam rangka peduli anak yatim dan fakir di aceh melalui Abiya Jeunieb, pungkas Jamaluddin, serius. (Red)