× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda peristiwa Anak Singa Ini Disiksa Penculiknya di Rusia, Begini Kronolisnya

Anak Singa Ini Disiksa Penculiknya di Rusia, Begini Kronolisnya

1881
SHARE
Anak Singa Ini Disiksa Penculiknya di Rusia, Begini Kronolisnya

Simba the lion cub was abused and near death when he was first rescued by animal rights activists in Russia. His body was covered with sores and his legs had been broken.

Rusia, sidaknews.com - Masa depan terlihat cerah bagi Simba, anak singa yang digunakan sebagai properti foto di Rusia. Singa ini hampir tewas saat diselamatkan dari tempat penampungan hewan di Dagestan, Rusia, pada Maret 2020; dia sempat disiksa, kelaparan, dan tak mampu berjalan.

Sejumlah warga lokal melaporkan aksi penculiknya kepada petugas berwenang. Penculiknya memanfaatkan Simba untuk mencari duit, yakni mengutip bayaran dari para turis yang ingin berswafoto dengan Simba. Kaki Simba sengaja dipatahkan untuk mencegahnya kabur. Dia juga kekurangan gizi, dan tubuhnya penuh dengan luka-luka.

Laporan kekerasan terhadap Simba akhirnya sampai ke hadapan aktivis pembela hak-hak binatang di Urals. Dr. Karen Dallakyan, seorang dokter hewan, dan beberapa pihak lain berhasil menyelamatkan anak singa tersebut, lalu membawanya ke pusat penyelamatan hewan nirlaba milik Dallakyan SAVE ME Foundation di Chelyabinsk, Rusia. Selama tujuh bulan, Dallakyan dan timnya memberikan perawatan medis dan memelihara Simba.

Dallakyan berkata, "Banyak orang yang berupaya untuk menyelamatkan Simba. Seluruh upaya ini terbayar ketika menyaksikan transformasi hewan yang luar biasa tersebut. Saya merasa lega dan bersyukur atas kerja sama yang terjalin antara berbagai perusahaan, organisasi, dan orang sehingga hewan ini dapat kembali ke habitat aslinya di Afrika."

Masa rehabilitasi yang sulit bagi anak singa ini akan berakhir dengan repatriasi ke Tanazania pada akhir November 2020; upaya yang disponsori Russian Copper Company. Simba segera diterbangkan ke Kilimanjaro Animal Crew Rehabilitation Centre di Moshi, Tanzania. Di sana, ia akan tinggal di cagar khusus yang dikelola sebuah pusat rehabilitasi singa di bawah pengawasan selama 24 jam. Simba akan memiliki tempat tinggal yang lega dan indah.

Juru Bicara Russian Copper Company Kirill Irkha berkata, "Sewaktu kami mengetahui kondisi darurat yang dialami Simba, dan kebutuhan dana untuk merepatriasinya ke Afrika, kami dengan senang hati menanggung seluruh biayanya. Siksaan yang dialami Simba sangat keji. Dunia telah menyaksikan kondisi kesehatan Simba yang telah pulih berkat dedikasi para tenaga profesional dan relawan. Kami ingin melihat Simba berada di habitat aslinya, dan kami gembira karena telah berperan memulangkan Simba ke alamnya."

Upaya ini adalah repatriasi resmi hewan liar yang pertama dalam sejarah Rusia. (**)