× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda tebagsel Antisipasi Pandemi Covid-19, Mahasiswa Minta Pemkab Tapsel Terbuka Soal TKA

Antisipasi Pandemi Covid-19, Mahasiswa Minta Pemkab Tapsel Terbuka Soal TKA

1141
SHARE
Antisipasi Pandemi Covid-19, Mahasiswa Minta Pemkab Tapsel Terbuka Soal TKA

Sekjend BEM UM-Tapsel, Rony Yacub Azhari (Jas almamater merah) & Ketua Ampera, Sarif Muliadi.

Tapsel, sidaknews.com - Wabah virus corona (Covid-19) telah merambah Indonesia, tak menutup peluang masuk ke Kabupaten Tapanuli Selatan. Hari ini sudah 450 positif dan 38 meninggal dunia. Medan sudah ada yang terkena dan positif. Semoga Tapsel jauh dari marabahaya tersebut, karena sampai hari ini belum ditemukan obat penangkal Covid-19 ini.

Mengenai Antisipasi Pandemi Covid-19 tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM-Tapsel menilai salah satu persoalan yang sangat perlu diwaspadai adalah kemungkinan penyebaran dari orang luar Tapsel atau mereka yang melakukan kunjungan ke luar negeri terutama daerah pandemi Covid-19.

Sekjend BEM UM-Tapsel, Rony Yacub Azhari saat ditemui mengatakan Pemkab Tapsel harus bergerak cepat melakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di Kabupaten Tapsel.

"Itu harus diseriusi oleh Pemkab Tapsel, siapa TKA yang ada di Tapsel? Berapa jumlahnya? Dari negara mana asalnya? Ada tidak yang datang dalam kurun waktu 14 hari terakhir? Sebelum alat test (Rapid Test) ada, ini sudah harus dipetakan oleh Pemkab. Dipublish juga demi kenyamanan masyarakat sekitar." Jelas Rony.

Rony menambahkan Agar Dinas Tenaga Kerja bertanggungjawab akan hal itu, mereka seharusnya yang mengetahui keberadaan TKA disana. Perusahaan juga seharusnya membuka ini ke publik, sampaikan berapa jumlah TKA disana, darimana saja asalnya. Jangan tutup-tutupi lah, jangan buat masyarakat cemas.

Harapannya dalam beberapa hari ini Pemkab harus sudah bisa memetakan ini. Sampai kepada hal kemana dan kepada siapa saja mereka berinteraksi, Pemda harus tau. Agar antisipasi dan pencegahannya lebih mudah. Jangan sampai terlambat."Pungkasnya.

Hal senada juga di sampaikan Ketua Ampera, Sarif Muliadi. "Pemkab harus mendata dan menjelaskannya kepada masyarakat. Kalau ada kemungkinan TKA terjangkit, harus segera dilakukan penanganan. Jangan sampai itu nanti sudah berkeliaran kesana-kemari berinteraksi dengan masyarakat tapi statusnya tidak jelas apakah ada kemungkinan terjangkit atau tidak, intinya antisipasi harus dilakukan dan masyarakat harus dilindungi." Ujar Sarif.

Kedua Aktivis mahasiswa tersebut berharap agar Pemkab Tapsel pro aktif melakukan antisipasi penyebaran Covid-19 tersebut. Keduanya juga berharap agar perusahaan tempat TKA tersebut bekerja (Tambang Mas Martabe dan PT. NSHE) tidak menutup-nutupi keberadaan TKA disana. (B/sabar)