× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda pendidikan Asesment Kompetensi Minimum Gantikan Ujian Nasional Tahun 2021

Asesment Kompetensi Minimum Gantikan Ujian Nasional Tahun 2021

594
SHARE
Asesment Kompetensi Minimum Gantikan Ujian Nasional Tahun 2021

Ilustrasi: UN yang tahun depan diganti AKM.

Malang sidaknews.com - Dalam menghadap Pendidikan abad 21, dengan pergantian sisitem Ujian Nasional ke Asesment Kompetensi Minimum yang di laksanakan Tahun 2021 mendatang.

Untuk itu pembekalan peserta didik dengan keterampilan belajar dan berinovasi, Keterampilan menggunakan teknologi informasi dan kecakapan hidup untuk bekerja dan berkontribusi pada masyarakat.

Menurut Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Malang, Melalui Kabid Sekolah Menengah, Koko Subagyo, peserta Anak Didik perlu di bekali Keterampilan-keterampilan yang disebut Kecakapan Hidup Abad 21, kata Koko saat di temui di kantor, Jumat ((27/11) Pagi.

"Salah satu prasyarat untuk mewujudkan kecakapan hidup Abad 21 adalah Kemampuan Literasi," tuturnya.

Di tambahkannya, AKM dirancang untuk mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi).

Asesmen Literasi Membaca bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar bisa produktif di masyarakat.

"Sedangkan Asesmen numerasi digunakan untuk mengukur kemampuan berfikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, alat matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari pada berbagai berbagai konteks yang relevan,"jelasnya di depan wakil kepala sekolah bagian kurikulum baik Negeri, Satap, maupun Swasta," terang Koko.

AKM merupakan salah satu bagian dari Asesmen nasional disamping Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Asesmen nasional dirancang pemerintah untuk menggantikan Ujian Nasional (UN) atau Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). AKM bertujuan untuk mengukur capaian murid dari hasil belajar kognitif pada literasi dan numerasi.

"Survei Karakter digunakan untuk mengukur capaian murid dalam belajar sosial emosional untuk mencetak profil pelajar pancasila. Sedangkan, survei lingkuangan belajar digunakan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah," pungkasnya.

Seperti di ketahui, Kementrian Pendidikan Republik Indonesia memastikan Ujian Nasional akan diganti menjadi Asesment Kompetensi Minimum dan Survey Karakter di Tahun 2021. (ones)

VIDEO