× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda pendidikan Atmadinata: Baju Seragam Gratis Siswa SD dan SMP Diperkirakan Rampung Setember Mendatang

Atmadinata: Baju Seragam Gratis Siswa SD dan SMP Diperkirakan Rampung Setember Mendatang

487
SHARE
Atmadinata: Baju Seragam Gratis Siswa SD dan SMP Diperkirakan Rampung Setember Mendatang

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tanjungpinang, Drs H Atmadinata.

Tanjungpinang, sidaknews.com - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tanjungpinang, Drs H Atmadinata menjelaskan terkait, seragam gratis untuk para pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Tanjungpinang Tahun 2020 sedang dalam proses penjaitan dan hampir selesai hal itu disampaikannya sebelum acara deklarasi Penguatan Gerakan Siswa Mengaji (SGM) di aula SMPN 4 jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Kamis (20/8).

“Allahamdulillah, seragam untuk anak-anak sekolah kini sedang diproses hampir selesai dan akan di bagikan pada anak - anak ketika masuk sekolah nanti. Dengan menggerahkan 43 para penjahit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Tanjungpinang," jelasnya.

Bahkan pihak Disdik sudah datang serta memantau pekerjaan itu dua minggu yang lalu saat di pantau, baju putih merah sudah selesai, yang batik dalam pengerjaan, baju pramuka juga sedang di jahit, tinggal baju kurung yang belum dikerjakan.

Program baju seragam gratis bagi siswa siswi SD dan SMP itu telah dilaksanakan dari akhir Tahun 2019 lalu itu, kemungkinan pada bulan September 2020 ini akan selesai.

“Kalau untuk baju olahraga kemungkinan akan siap pada pertengahan bulan September nanti dan baju seragam batik gurindam sedang dijahit UMKM, insya Allah bulan Sepetember sudah nanti siap. Jadi nanti dibagikan setelah pembelajaran tatap muka diperbolehkan,” ungkapnya.

Belajar tatap muka akan dilaksanakan, menurut Adtma belum mengetahui secara persis, karena mengingat saat ini kondisi Covid-19 di kota Tanjungpinang yang semakin merebak.

“Itu semua tergantung kondisi saat ini, karena kita juga harus mengikuti peraturan dan ketentuan SKB 4 Menteri. Jika ingin membuka sekolah tatap muka, kota ini harus zona hijau atau zona kuning, nah kita sekarang berada di zona merah,” katanya.

Untuk itu Atma menyarankan agar masyarakat patuhi protokol kesehatan serta hidup bersih. Agar penyebaran Covid-19 di kota ini cepat berlalu. Dan anak-anak dapat mengikuti pelajaran tatap muka karena sulit bagi wali murid atau siswa yang tidak memiliki androit. (Dewi)