× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda investigasi, aceh Bangun Irigasi, Dinas Pengairan Aceh Disinyalir Serobot Lahan Warga Lamno Jaya Tanpa Ganti Rugi

Bangun Irigasi, Dinas Pengairan Aceh Disinyalir Serobot Lahan Warga Lamno Jaya Tanpa Ganti Rugi

1380
SHARE
Bangun Irigasi, Dinas Pengairan Aceh Disinyalir Serobot Lahan Warga Lamno Jaya Tanpa Ganti Rugi

Lahan milik warga gampong Lamdurian Kecamatan Lamno Jaya belum ada ganti rugi.

ACEH JAYA, sidaknews.com - Proyek pembangunan jaringan Irigasi di atas lahan milik warga  gampong Lamdurian Kecamatan Lamno Jaya hingga saat ini belum ada ganti rugi kepada pemilik lahan. Proyek tersebut dikelola oleh dinas Pengairan Aceh. Hal ini disampaikan Muhidin Daud kepada Media Sidaknews.com. Senin (23/12). 

Muhidin Daud Mengatakan, proyek tersebut mulai dikerjakan sejak tahun 2016-2019, "Mirisnya, lahan sepanjang 400 meter dengan lebar 35 meter yang sudah dikeruk hingga saat ini belum ada ganti rugi dari dinas terkait dan pihak rekanan. Sisa lahan kami hanya tersisa 12 X 21 meter.

Informasi dilapangan rekanan yang mengerjakan irigasi di gampong Lam durian ini disebut-sebut H, Anuwar.

"Sementara lahan saya yang di keruk tepatnya ditengah-tengah mejadi dua bagian, kiri 10 kanan 11 meter, hal ini tentunya sangat merugikan saya. "Sebut Muhidi Daud.

Oleh karena itu saya bersama warga Lam durian berharap pihak yang telah malakukan pengerukan lahan kami, baikpun rekanan maupun dinas pengairan Aceh yang telah menyerobot puluhan meter lahan warga maupun lahan saya mendesak segera lakukan proses ganti rugi.

“Jangan hanya janji-janji saja, sementara waktu terus berlalu dari tahun- ketahun sampai sekarang belum ada kejelasan proses ganti rugi, kami harap ada kepastian kapan dibayar”. Tegas Muhidin Daud.

Secara terpisah, Mustafa Abdullah, SE, keluarga Muhidin Daud, membenarkan lahan abang saya diserobot oleh dinas pengairan untuk kebutuhan irigasi.

Sejak bangunan dilakukan oleh rekanan tanpa plang kontrak engan bertangung jawab sudah sekian lama belum juga adanya proses ganti rugi, namun kami masih bersabar kita menunggu sejauh mana komitmen rekanan maupun dinas terkait yang telah berjanji akan membayar, bila mana tidak benar tidak ada proses pembayaran maka akan kita tempuh jalur hukum, kita liat nanti siapa akan sangkut.

“Untuk sekarang ini kita tunggu saja niat baik mereka, demikian papar Mustafa Abdullah, Ketua Satgas Pecepatan Pembangunan Aceh (SATGAS PPA), adik dari pada Muhidin Daud.

Hingga berita ini diunggah, dinas pengairan Aceh dan pihak rekanan belum berhasil dihubungi. (D.Mz)

VIDEO