× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Begini Penjelasan PT SMGP Terkait Gas Beracun yang Menewaskan 5 Warga di Madina

Begini Penjelasan PT SMGP Terkait Gas Beracun yang Menewaskan 5 Warga di Madina

1522
SHARE
Begini Penjelasan PT SMGP Terkait Gas Beracun yang Menewaskan 5 Warga di Madina

PT SMGP Madina.

Mandailing Natal,sidaknews.com - PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) menyampaikan belasungkawa yang teramat dalam kepada keluarga dankerabat dari kelima korban meninggal dunia pada hari Senin 25 Januari 2021.

Keterang resmi PT SMGP tersebut disampaikan External Affair PT SMGP, Krishna Handoyo kepada media, selasa (26/1/2021)

Dalam keterangan itu PT SMGP menyampaikan kejadian yang terjadi di lapangan Pada sianghari ini tersebut saat PT SMGP melakukan uji untuk pengoperasin salah satu sumur uap panas bumi

"saat melakukan pengujian sudah sesuai dengan standar dan prosedur baku yang berlaku,"katanya.

Krishna menjelaskan kejadian keluarnya gas H2S itu bukan karena kebocoran pipa, tetapi karena aktivitas pembukaan sumur

"peristiwa keluarnya gas H2S tersebut bukan karena kebocoran pipa, tetapi karena ada pembukaan pengeboran sumur. Jadi pipa yang saat di khawatirkan warga tidak mempunyai gas melainkan air panas,"jelas krishna.

Terkait terjadi terpaparnya gas yang kemungkinan berupa H2S.Kami juga turut prihatin bagi para warga desa Sibanggor Julu yang saat ini tengah menerima penanganan medis baik di RSUD Panyabungan maupun RS Permata Madina.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan Madina untuk mendukung perawatan dan pemulihan warga yang terkenak dampak gas berancun itu,"sebutnya.

Krishna mengatakan pihak perusahan sangat menyesali atas terjadinya musibah tersebut dan kami berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan yang diperlukan oleh para korban.

"Ini merupakan kejadian yang tidak diinginkan oleh siapapun, dan PT SMGP siap untuk bekerjasama dengan semua pihak termasuk keluarga,"ujarnya.

Lanjut Krishna pihak perusahan akan bekerja sama dengan aparat setempat untuk memastikan keselamatan semua orang, baik anggota masyarakat maupun para pekerja di lokasi proyek.

"Saat ini sumur tersebut telah kami tutup untuk mencegah terjadinya pemaparan lebih lanjut dan kami juga telah menghentikan kegiatan operasional di fasilitas proyek untuk mendukung masyarakat dan pemerintah Mandailing Natal dalam penanganan musibah serta bekerjasama dengan pihak keamanan untuk keselamatan warga,"jelasnya.

PT SMGP juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dari kejadian tersebut.

"Perusahan akan berkoordinasi dengan pemerintah Madina dan Kementerian ESDM. Kami juga akan sampaikan informasi lebih lengkap hasil penyelidikan,"ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut PT SMGP memohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan
dan masyarakat untuk bersama‐sama mengatasi musibah yang menyedihkan ini dan berdoa untuk kesembuhan para korban. (putra)

 

 

 

Previous article Pelaku Pembakaran Rumah di Kelurahan 26 Ilir Ditangkap Polisi
Next article Menyikapi Kejadian PT SMGP, Kadin Madina: Masyarakat Jangan Terprovokasi Kita Tunggu Proses Hukum Berjalan

VIDEO