× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda pendidikan Begini Tanggapan Mahasiswa Terkait Siswa Masuk Sekolah Tatap Muka Januari 2021

Begini Tanggapan Mahasiswa Terkait Siswa Masuk Sekolah Tatap Muka Januari 2021

431
SHARE
Begini Tanggapan Mahasiswa Terkait Siswa Masuk Sekolah Tatap Muka Januari 2021

Angga Ananda Faryzki dari Prodi Sosiologi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang.

Tanjungpinang,sidaknews.com - Pria bernama Angga Ananda Faryzki dengan Nim 19103008 prodi sosiologi reguler dari Mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang menyampaikan tanggapannya terkait akan di adakan sekolah tatap muka mulai Januari 2021.

Setelah sekian lama menjalani kegiatan pembelajaran secara daring akibat pandemi Covid-19, siswa sekolah kini diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. pertama kali informasi kebijakan ini berdasarkan keputusan bersama empat menteri, yakni Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri lalu, Jum'at (08/01/2021).

Pemerintah kala itu melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama, untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka sekolah. Banyak sekali tanggapan termasuk orang tua banyak yang setuju dan kontra karena hampir setiap harinya di media online atau cetak selalu bertambah yang terjangkit virus covid-19.

Pembelajaran tatap muka yang kembali akan dilakukan pada 2021 sifatnya bukan kewajiban. Menurutnya, kebijakan kembali membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka sifatnya diperbolehkan atas keputusan tiga pihak.

Pembelajaran tatap muka diperbolehkan, tidak diwajibkan. Diperbolehkan dan keputusan ada di pemda, kepala sekolah serta orang tua yaitu komite sekolah. Sekolah tatap muka tidak di wajibkan jika tidak dapat dapat izin orang tua maka pihak sekolah tidak bisa memaksa siswa atau siswi untuk tetap sekolah tatap muka.

Mereka tetap sekolah meskipun tidak tatap muka menggunakan daring atau online. Jadi, Ada tiga pihak yang akan menentukan apakah sekolah itu boleh dibuka. Kalau tiga pihak ini tidak mengizinkan sekolah itu buka, maka tidak diperkenankan untuk dibuka. Kalau tiga pihak setuju, berarti sekolah itu mulai boleh melaksanakan tatap muka.

Sebelum pihak sekolah melakukan tatap muka harus mendapatkan izin dari pihak kesehatan dan pendidikan. Dua pihak ini harus mengecek sekolah terlebih dahulu sebelum dilakukan nya sekolah tatap muka. Para kepala daerah bisa melakukan pembukaan sekolah secara serentak atau secara bertahap.

Kalau di Kecamatan tertentu mungkin akan dibuka yang tahap pertama dan tahap kedua, tapi ini adalah kewenangan dari pada pemerintah daerah yang tidak harus semuanya, bisa bertahap. Persetujuan Kepala Dinas Pendidikan di daerah faktor yang perlu menjadi pertimbangan dalam pemberian izin pembelajaran tatap muka.

Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan adalah, tingkat resiko penyebaran, kesiapan satuan pendidikannya, lalu keterpenuhan sejumlah syarat yang mendukung pembelajaran tatap muka tetap aman dari potensi penularan Covid-19. Federasi Guru Seluruh Indonesia (FSGI) menyebut mayoritas sekolah tidak memiliki pedoman berperilaku bagi seluruh warga sekolah ketika akan memulai pembelajaran tatap muka.

" Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyatakan pembelajaran tatap muka harus dimulai karena sistem jarak jauh dengan daring dan luring disebut tidak ideal dan memiliki banyak kelemahan.
Pemda diizinkan buka sekolah pada Januari, peta zonasi tidak lagi menentukan. Sinyal ponsel sulit diakses, guru dan murid gunakan hentanitaizer. Belajar melalui siaran radio, cara siswa sekolah dasar di suatu daerah studi di tengah pandemi, " Ujar Angga kepada awak media. (Alek)