× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Berharap Restu Gubernur Menggelar Sekolah Tatap Muka, Rombongan Ulama dan Pejabat Pemkab Madina Mengaku Mendapat Perlakuan Kasar

Berharap Restu Gubernur Menggelar Sekolah Tatap Muka, Rombongan Ulama dan Pejabat Pemkab Madina Mengaku Mendapat Perlakuan Kasar

6738
SHARE
Berharap Restu Gubernur Menggelar Sekolah Tatap Muka, Rombongan Ulama dan Pejabat Pemkab Madina Mengaku Mendapat Perlakuan Kasar

Syeh H Abdul Bais Nasution LC MA (ist)

Mandailing Natal,sidaknews.com - Ulama dari Mandailing Natal (Madina) yaitu Syeh H Abdul Bais Nasution LC MA dan ustadz H Mahyuddin mengaku mendapat perlakukan dan ucapan kasar dari Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi pada Selasa (12/1) di Masjid Agung, Medan.

peristiwa tersebut terjadi usai shalat subuh berjamaah di masjid agung. Kedatangan ulama dari Madina tersebut bersama Sekretaris Daerah Gozali Pulungan dan beberapa pejabat di Pemkab Madina, yaitu Samruddin dari dinas pendidikan, Rukun Harahap dari dinas kesehatan Kabupaten Madina, ada juga perwakilan dari kepala SD yaitu Pauzan Amris, perwakilan dari Kepala SMP yaitu Defrion, serta pengawas sekolah yaitu Zulhan Efendi.

tujuan rombongan dari Madina menemui Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tersebut untuk menguatkan permohonan melaksanakan sekolah tatap muka. Hal itu sesuai dengan surat Bupati Madina bernomor 420/0039/Disdik/2021 tertanggal 8 Januari 2021yang ditujukan kepada Gubernur sebagai upaya terlaksananya sekolah tatap muka di Kabupaten Madina.

"Kedatangan kami menemui Gubernur untuk menyampaikan maksud untuk menguatkan permohonan diizinkannya pelaksanaan sekolah tatap muka, namun Gubernur langsung membentak dan mengeluarkan kalimat 'Saya penjarakan kau nanti apabila diizinkan sekolah tatap muka di Madina', itu disampaikan Gubernur berulang-ulang kepada kami," kata Syeh H Abdul Bais Nasution bersama ustadz Mahyuddin kepada wartawan menceritakan yang mereka alami itu.

Syeh Abdul Bais Nasution dengan lembut memberikan penjelasan soal keberadaan kalangan anak pelajar yang sudah terjadi krisis ahlak disebabkan sudah terlalu lama tidak mengikuti sekolah sebagaimana biasanya (tatap muka). Ia juga menyampaikan soal keberadaan Covid-19 di Kabupaten Madina yang terdata tinggal 1 orang, itupun pelaku perjalanan.

"Mendengar saya bicara, beliau membentak saya dengan kata 'diam'. Saya masih berusaha menjelaskan kembali, saya sampaikan ke beliau kalangan anak didik sudah terjadi krisis akhlak dan moral terutama di pedesaan para anak didik sudah banyak yang merokok, mencuri, dan meresahkan masyarakat terkhusus kalangan orang tua. Sementara di kota anak-anak siang dan malam menghuni warnet, siapa yang kita salahkan dengan kondisi ini? Hal ini saya sampaikan ke beliau (Gubernur), karena para orang tua sibuk mencari nafkah dan guru tidak bisa kita salahkan dikarenakan bukan di lingkungan sekolah. Tapi beliau kembali menyuruh saya diam, saya ini sudah tua dan tidak sanggup lagi bila dibentak begitu, saya bilang langsung sama beliau, tembak saja saya, saat itu langsung ditengahi ajudan Gubernur dan ditariknya ke samping,” kenang Syeh Abdul Bais mengingat kejadian yang mereka alami.

"pak Gubernur kenapa menjadi seperti ini? Padahal kami hanya datang memberikan penjelasan dan menyampaikan permohonan apabila memungkinkan," sambung ustadz Mahyuddin menirukan ucapan yang ia sampaikan kepada Gubernur Edy Rahmayadi.

bahkan, Gubernur Edy Rahmayadi mengeluarkan kalimat dan menyebut nama Presiden Joko Widodo dan menanyakan keberadaan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution.

"beliau bilang, apakah kau bertanggung jawab dan apakah kau bersedia dipenjarakan, tidak senang silahkan adukan ke Jokowi kalian itu, mana Bupati kalian, kenapa masih kalian pilih dia, kalian masih memilih Bupati yg tidak sayang sama rakyat," kata Mahyuddin menirukan ucapan Gubernur Sumut.

"Inilah resiko buat Madina yang tidak mendukung pasangan calon kepala daerah yang didukung oleh Gubernur," ujar ustadz Mahyuddin dan Syeh Abdul Bais menimpali.

Sebagaimana diketahui, masyarakat terkhusus kalangan orang tua siswa menyampaikan kekecewaan mereka disebabkan batalnya sekolah tatap muka di Kabupaten Madina. Awalnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Madina telah mengumumkan sekolah tatap muka akan dimulai pada tanggal 4 Januari yang lalu. Tetapi, tiba-tiba datang pengumuman pembatalan sekolah tatap muka hingga waktu yang belum bisa dipastikan. (Putra)

 

 

 

 

 

Previous article Sempat Telan BB Sabu, Dua Pria Warga Hutaimbaru Diciduk Polisi
Next article KAMMI dan Human Initiative Riau Buka Program Sebar Al - Quran Nusantara

VIDEO