× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Bermodalkan Pisang Goreng, Seorang Pemuda Gagahi Anak Dibawah Umur di Nagekeo

Bermodalkan Pisang Goreng, Seorang Pemuda Gagahi Anak Dibawah Umur di Nagekeo

6228
SHARE
Bermodalkan Pisang Goreng, Seorang Pemuda Gagahi Anak Dibawah Umur di Nagekeo

Ilustrasi: cabuli anak dibawah umur.

NAGEKEO, sidaknews.com - Tersangka berinisial FAS (19) melakukan persetubuhan beberapa kali di Danga terhadap DS (13), seorang pelajar di salah satu sekolah di Mbay, yakni pertemuan awal dibelakang kantor DPRD Nagekeo, kemudian di rumah pelaku dan ditempat-tempat lain yang terakhir di Ende.

Demikian yang disampaikan Kepala Polisi Resort (Kapolres) Nagekeo, AKBP Agustinus Hendrik Fai, dihadapan awak media dalam jumpa pers, rabu (02/12/2020).

FAS dibekuk Polisi pada tanggal 1 Desember kemarin atas bantuan rekan-rekan Kepolisian Resort (Polres) Ende di kediaman lain milik FAS yang berada di Ende di Jalan Pahlawan. Dan tersangka membawa lari korban ke Ende secara rujukan yang dilakukan keluarga korban langsung dipimpin oleh Kepala Satuan Reserse dan Kriminal menuju Ende.

Sejak keluarga korban melaporkan dugaan kasus tersebut pada 30 November lalu, Satuan Reserse dan Kriminal Polres Nagekeo terus memburu terduga pelaku. Polisi juga menetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Hendrik menjelaskan, kronologi pertemuan antara korban dan pelaku mulanya melalui media sosial facebook (fb) kemudian dijanjikan pertemuan disuatu tempat setelah itu korban bersama pelaku jalan-jalan dan juga makan pisang goreng, lalu timbulah perjanjian untuk bertemu ditempat dimana pertama kali pelaku mencoba merayu korban.

"korban dirayu, dicumbu dan dicium dan juga kemudian tersangka melakukan adegan adegan persetubuhan dan berdasarkan pengakuan korban, korban disetubuhi oleh tersangka," jelas Kapolres Hendrik.

Kasus ini mulai diketahui keluarga pada akhir Agustus 2020, hingga akhirnya diadukan ke pihak Kepolisian lalu dilakukan penangkapan tersangka. Setelah ditangkap, terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Aesesa.

Menurut Polisi, perbuatan FAS disebut bertentangan dengan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (M. Yasin)

 

 

 

 

 

 

 

VIDEO