× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda kepri Bisnis Wisata Mati Suri Akibat Corona, Pemko Kerahkan Homestay

Bisnis Wisata Mati Suri Akibat Corona, Pemko Kerahkan Homestay

263
SHARE
Bisnis Wisata Mati Suri Akibat Corona, Pemko Kerahkan Homestay

Para pengelola Homestay dari berbagai perwakilan yang mengikuti pelatihan di Hotel CK

Tanjungpinang, Sidaknews.com - Sebanyak 40 orang pengelola Homestay dari berbagai perwakilan diberi pelatihan manajemen oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Tanjungpinang di hotel CK, Selasa (11/8).

Kadisparbud Kota Tanjungpinang, Surjadi menjelaskan saat ini nyaris semua bentuk bisnis Pariwisata di Tanjungpinang mati suri seperti Hotel, Resort, Wisma, hingga Homestay.

“Saat ini, untuk Homestay kunjungan wisatawan nyaris tidak ada dan kamar Hotel pada kosong melompong pengunjungnya,” kata Surjadi.

Dari para peserta kegiatan pelatihan manajemen Homestay itu diikuti sebanyak 40 peserta yang merupakan perwakilan dari pemilik Homestay yang ada di Kota Tanjungpinang, peserta akan mengikuti berbagai materi selama mengikuti pelatihan ini yang disusun oleh akademisi dan praktisi dari Politeknik Bintan Cakrawala.

"Kemudian materi yang disampaikan saat pelatihan itu diantaranya mengenai Homestay, Kewirausahaan, Servis, Operasional Homestay, Praktek Operasional Homestay, Food and Beverage, Table Manner, Manajemen dan Operasional Tata Graha, termasuk Kebersihan, Protokol Covid-19 Marketing dan Promosi,” jelasnya.

Plt Walikota Tanjungpinang Hj Rahma hadir dalam acara itu memberikan apresiasi dan mengatakan saat ini
meluluhlantakkan nyaris semua bentuk bisnis Pariwisata di Tanjungpinang, pengelola Homestay harus cepat mencari solusi karena Covid-19 mengubah semuanya.

"Sambil menunggu Covid-19 berlalu, pengelola Homestay perlu mempersiapkan diri untuk menyambut masa masa Pasca Covid-19, caranya menyiapkan sumberdaya manusia seperti mengikuti pelatihan ini, kita sempat Optimis diawal tahun 2020, Homestay yang ada di Tanjungpinang akan kebanjiran tamu, seiring dengan meningkatnya kunjungan Wisatawan dan melihat kecendrungan Wisatawan memilih Homestay sebagai tempat menginap selain hotel," katanya.

Semua kejadian ini pasti ada hikmahnya, Pengelola Homestay harus punya keyakinan suatu saat nanti Homestay di Tanjungpinang akan kembali bangkit. “Kita doakan saja badai Covid-19 cepat berlalu.”

"Saya memberikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang yang menggelar kegiatan ini untuk memperkuat SDM pengelola Homestay, kepada peserta saya berharap untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh," harapnya.

Materi yang disampaikan Narasumber harus disimak dan dijadikan panduan dalam pengelolaan Homestay.
Rahma berharap, pengelola Homestay di Tanjungpinang membentuk sebuah wadah atau Asosiasi, wadah inilah nanti yang menjadi ajang untuk meningkatkan kerjasama antar pengelola Homestay di Tanjungpinang.

"Saya yakin bila sudah ada wadah, diyakini Homestay Tanjungpinang akan berkembang seperti daerah lainnya di Indonesia, tidak ada kata terlambat jika kita mau memulai," tutupnya. (Dewi)

VIDEO