× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Contact Tracing, Satgas Temukan 11 Orang Kontak Erat dengan Pasien Covid-19, Berikut Infonya

Contact Tracing, Satgas Temukan 11 Orang Kontak Erat dengan Pasien Covid-19, Berikut Infonya

1407
SHARE
Contact Tracing, Satgas Temukan 11 Orang Kontak Erat dengan Pasien Covid-19, Berikut Infonya

NAGEKEO, sidaknews.com - Tim Satgas Bidang Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nagekeo dibantu Satgas Kecamatan Mauponggo, melakukan tracing (penelusuran) kontak erat pasien #19, sekaligus sosialisasi dan edukasi kepada keluarga dan seluruh warga Aewoe dan sekitarnya. Senin (02/11/2020) kemarin.

Mengingat minggu (01/11) , Nagekeo mendapat hasil terkonfirmasi positif covid-19 dengan status Suspect, seorang ibu asal Aewoe, Mauponggo, pelaku perjalanan dari Papua.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, drg. Ellya Dewi, dan juga selaku Ketua Tim Bidang Penanganan Covid-19 Nagekeo, melaporkan secara detail hasil contact tracing kasus #19 pada hari ini di Desa Aewoe, Kecamatan Mauponggo dan kegiatan dilaksanakan oleh Satgas Kecamatan dengan dukungan Satgas Kabupaten Bidang Pencegahan serta Bidang Penanganan kasus covid-19.

Contact tracing kasus #19 menemukan data adanya kontak erat di masyarakat dan tenaga kesehatan baik di Polindes Aewoe maupun di Puskesmas Mauponggo.

Tracing kontak erat dan pengembangannya menghasilkan data sebagai berikut :

Sebanyak 11 orang warga yang kontak erat dengan kasus #19, terdiri dari kontak erat di masyarakat 5 orang dalam satu keluarga (karantina mandiri dalam satu rumah); 5 orang warga masyarakat (karantina mandiri dalam satu rumah); dan 1 orang warga lainnya yang malam ini akan menjalani karantina terpusat di puskesmas.

Selanjutnya, 7 kontak erat yang berasal dari tenaga kesehatan, yaitu 1 petugas polindes (karantina di polindes); 6 orang tenaga kesehatan Puskesmas Mauponggo (karantina terpusat di Puskesmas 4 orang, karantina mandiri di rumah dinas 1 orang, dan karantina mandiri di tempat kost 1 orang).

Semua kontak erat di atas sudah dilakukan swab hari pertama dan akan dilanjutkan esok untuk swab hari kedua

Pada saat terakhir, diketahui masih ada 2 petugas polindes dan 1 anggota keluarga dari kontak erat, dan direncanakan besok akan dilakukan swab.

"Untuk suami kasus #19 juga dilakukan swab, dan setelah berkoordinasi dengan RSUD Ende, disepakati swab akan dibantu dilakukan oleh RSUD Ende", demikian Dewi.

Pengiriman semua sampel swab ke Kupang direncanakan pada hari kamis (5/11) dengan pesawat Wings Air via Ende.

Hasil perbincangan dengan suami kasus #19, diperoleh kronologis kegiatan yang dilakukan oleh kasus #19 yang memperlihatkan ada kecocokan antara yang disampaikan oleh suami dengan identifikasi yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan.

Kontak #19 di masyarakat hanya saat bertamu ke keluarganya, dan melayat ke tempat orang meninggal tapi dengan waktu yang tidak lama.

Semua masyarakat yang berada pada acara melayat sebagian besar tidak berkontak langsung dengan kasus #19.

Tim Satgas hari ini langsung mengambil Rapid Test hari pertama, sebanyak 139 orang dan hasilnya, semua NON REAKTIF.

Kepada semua warga setempat, Tim Satgas juga menegaskan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, tidak menghadiri acara-acara berkumpul, dan lebih banyak tinggal di rumah.

"Diaggendakan untuk dilakukan rapid ulang hari ke 10 pada tanggal 12 Nopember nanti" ungkap Dewi.

drg. Dewi, mengatakan pelacakan kontak erat berjalan dengan sangat baik dan lancar berkat dukungan Satgas Kecamatandan Forkompimcam, Aparat Desa dan jajarannya, dan juga Petugas Puskesmas serta dukungan langsung kesadaran masyarakat yang baik.

Terkait kondisi kasus #19, saat ini masih dalam perawatan intensif tim dokter RSUD Ende. Kita mendoakan untuk keselamatan dan kesembuhan dari mama EW.

Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo tetap melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak Dinkes dan RSUD Ende untuk mematau perkembangan perawatan. Satgas kecamatan siap memonitor informasi dari kabupaten.

drg Dewi dan semua Tim Satgas yang bertugas, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kegiatan pelacakan kontak erat hari ini.

"Mengakhiri kabar giat Tim Satgas hari ini, kami menegaskan tiada henti, bahwa virus corona masih menjadi ancaman serius terhadap siapa saja saat ini. Tak ada alasan yang cukup untuk meremehkan pandemi covid-19, setiap warga dan pihak manapun, diminta untuk tidak boleh secara sengaja dan melawan hukum, melawan aturan protokol kesehatan pencegahan covid-19 sesuai ketentuan yang berlaku.

Mari kita peduli dengan kesehatan diri maupun orang lain. Semua pihak perlu ada tenggang rasa dengan beban kerja Tim Satgas Kabupaten, Kecamatan hingga Desa dan Kelurahan serta kemampuan daerah dalam menghadapi kondisi pandemi yang tidak jelas kapan berakhir ini.

Tetap wajib masker. Stop menciptakan keramaian yang menimbulkan kontak erat satu sama lain secara tidak terkontrol, selalu cuci tangan, dan hindari kerumunan dalam jarak dekat." imbuhnya.

(Humas/NGK)

VIDEO