× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post DENS Consultant dan LPES Diskusi Panel Pemberdaya Ekonomi

DENS Consultant dan LPES Diskusi Panel Pemberdaya Ekonomi

SHARE
DENS Consultant dan LPES Diskusi Panel Pemberdaya Ekonomi

DENS Consultant Aceh bersama Komunitas Lhokseumawe Peduli Ekonomi Syariah (LPES) melakukan kegiatan "Literasi Agen Pegadaian Syariah dan Diskusi Panel Pemberdayaan Ekonomi Ummat.

Lhokseumawe, sidaknews.com - DENS Consultant Aceh bersama Komunitas Lhokseumawe Peduli Ekonomi Syariah (LPES) melakukan kegiatan "Literasi Agen Pegadaian Syariah dan Diskusi Panel Pemberdayaan Ekonomi Ummat" di Aula salah satu wakop di Lhokseumawe. Sabtu (30/11/2019). 

Denny Saputra, SE selaku Direktur DENS Consultant Aceh yang juga Ketua Komunitas LPES mengatakan. kegiatan ini berlangsung 1 hari yang diikuti oleh semua anggota Komunitas LPES (MES, BKPRMI, Tastafi, Dayah Tahfidzul Qur'an Al Markazul Islami, IKAT, Remaja Mesjid Islamic Center), turut mengundang akademisi dari Unimal, Politeknik, IAIN Lhokseumawe, FOKUS UMKM Lhoksemawe Aceh Utara, serta para Presiden Mahasiswa/Ketua BEM kampus-kampus di Kota Lhokseumawe. 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Setdako. Lhokseumawe Miswar, beliau atas nama Pemko.Lhokseumawe menyambut positif usaha dan kerja keras DENS Consultant Aceh dan Komunitas LPES dengan semangat bersama yang telah dibangun demi "membumikan ekonomi syariah Kota Lhokseumawe".

Kami akan terus mendorong upaya-upaya positif yagng dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk adanya kegiatan anti narkoba dgn LAN nya, dan kegiatan lainnya. 

"Dengan diberkakukannya Qanun Aceh No.11/2018, paling lambat tahun 2022 semua lembaga keuangan bank/non bank harus syariah, insya Allah Lhokseumawe sudah kita mulai mensosialisasikan termasuk apresiasi kami kepada Komunitas LPES yang menggandeng hampir semua lembaga keuangan bank/non bank yang syariah untuk berbagai kegiatan yang mendukung Qanun Aceh No.11/2018", ungkap Miswar. 

Diskusi panel ini membalhokhas terkait dengan lembaga adat sebagai mitra LKS dalam pemberdayaan ekonomi di Aceh yang disampaikan oleh Taufiq, S.H.I., M.A (Wakil Dekan III FEBI IAIN Lhokseumawe), beliau menyampaikan lembaga adat Gampong dapat menjadi mitra lembaga keuangan syariah (LKS) dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Gampong. "LKS yg tertuang dalam Qanun Aceh No. 11/2018 membuka peluang untuk masyarakat melakukan berbagai kegiatan ekonomi syariah demi upaya mendongkrak ekonomi Gampong", tambah Taufiq yang juga sebagai Ketua BKPRMI dan Sekjend MES.

Materi lainnya disampaikan oleh Syamsulsyah Rizal (Pemimpin Cabang Pegadauan Syariah Lhokseumawe) dengan materi "peran pegadaian syariah dalam membangun ekonomi ummat". Dalam hal ini beliau menyampaikan bahwa pegadaian di Aceh sudah menggunakan sistem syariah sejak Desember 2003, dan banyak produk kami yang keberpihakan pada pemberdayaan ekonomi ummat seperti : menabung emas, arrum haji dan umrah, agen pegadaian syariah serta membantu masyarakat dalam bentuk pegadaian syariah peduli. "Kami sangat senang dan bangga bisa berkolaborasi dengan semua pihak seperti DENS Consultant Aceh/Komunitas LPES untuk melakukan kegiatan yang bermanfaaf bagi ummat", imbuh Syamsulsyah. 

Korwil AMEN Aceh, Denny Saputra, S.E yang juga bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan ini, beliau menyampaikan bahwa sumber daya ekonomi (SDE) cukup terbentang luas di Gampong yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan ekonomi ummat, yg bermuara menambah incom (pendapatan) Gampong demi kesejahteraan dan kemandiran Gampong. Sumberdaya lainnya yakni enterprenuership (kewirausahaan) sangat berperan dan mempengaruhi pergerakan ekonomi Gampong, dengan penerapkan konsep "3Kitc" (kerja ikhlas, kerja tuntas dan kerja cerdas). 

BUMG/Bumdes di Gampong merupakan perusahaan masyarakat yg dikelola oleh masyarakat untuk kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di suatu Gampong, andaikata saja terdapat BUMG/Bumdes yang mengelola unit bisnisnya minimarket/industri manufaktur, coba bayangkan berapa tenaga kerja yang sudah terserap, pengangguran teratasi, kemiskinan dapat terobati serta kriminalitas dengan angka yg rendah. "Ayo kita bangkit, bangun Gampong, berusaha, bekerja di usaha Gampong, ungkap Denny Ketua Fokus UMKM Lsm-Acut.

Kami berharap, "kegiatan seperti ini akan terus dilakukan dan dikembangkan wacananya sehingga melahirkan konsep baku demi kemaslahatan ummat di Kota Lhokseumawe khususnya", tambah Denny. (D.ril)