× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda peristiwa, sumut Diduga Ajaran Sesat, Pengajian Tariqot Desa Rumbio di Amuk Massa

Diduga Ajaran Sesat, Pengajian Tariqot Desa Rumbio di Amuk Massa

3147
SHARE
Diduga Ajaran Sesat, Pengajian Tariqot Desa Rumbio di Amuk Massa

Terlihat Camat Panyabungan Selatan, Ridho Fahlevi Lubis saat mencoba berdialog dan mencoba menenangkan warga yang mengamuk dihalaman kantor camat Panyabungan Utara, Selasa (25/2).

Mandailing Natal, sidaknews.com - Amukan massa tak terelakkan lagi setelah warga Desa Rumbio melihat guru mengaji yang di duga mengajarkan aliran sesat, di halaman kantor Camat Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), selasa (25/2/2020).

Warga juga sempat bertambah geram karena pengajian yang diduga aliran tersebut melibatkan Kepala Desa Rumbio, Khoirul Anwar Hasibuan,S.IP.

Akibat keributan tersebut, mobil yang ditumpangi oleh guru pengajian tersebut menjadi rusak akibat lemparan batu warga dan seorang diantara penumpang mobil terluka.

Masa mengamuk lempari mobil yang di tumpangi Guru pengajian yang di duga ajaran sesat.

Anwar Sadat Salah satu tokoh masyarakat Desa Rumbio mengungkapkan, masyarakat Desa Rumbio sudah memendam lama dari pengajian aliran yang diduga sesat tersebut, dan pengajian ini sudah mulai dari lima tahun yang lalu.

"Masyarakat Desa Rumbio selama ini sudah dibodoh-bodohi dari aliran sesat ini. Dan Kepala Desa Rumbio, Khoirul Anwar Hasibuan,S.IP juga malah mengajak masyarakatnya ikut dalam aliran sesat toriqot ini".ujarnya.

Anwar juga menjelaskan, dalam pengajian tariqot tersebut, sholat tidak diwajibkan, mereka juga dijamin masuk surga, mereka juga tidak mewajibkan ibadah haji, dan didalam rukun iman mereka bahwa hari kiamat tidak ada.

"Di Desa Rumbio sudah ada belasan pengikut mereka, dan Kepala Desa tersebut juga ikut didalam aliran sesat ini, bukan mengayomi masyarakatnya, malah mengajak kami ikut dalam pengajian aliran sesat tersebut".paparnya.

Wakapolres Madina, Kompol Hamonangan Hasibuan saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Dan kejadian keributan ini sudah terjadi mulai dari hari Senin malam.

"Masyarakat Desa Rumbio telah membakar rumah pengajian tersebut, dan hari ini masyarakat berkumpul di halaman kantor Camat Panyabungan Utara untuk menyampaikan tuntutan mereka, agar Kepala Desa Rumbio dicopot dari jabatannya, dan seluruh pengurus pengajian tersebut agar meninggalkan Kabupaten Mandailing Natal".terangnya

Lanjut Hamonangan, tadi sempat ricuh, emosi warga tak terelakkan karena massa melihat guru pengajian tersebut hadir di kantor Camat dan mengakibatkan mobil yang ditumpangi oleh guru tersebut rusak dan kaca mobil pecah.

"satu orang penumpang mobil itu mengalami luka dibagian kepala dan tangannya luka akibat terkena pecahan kaca mobil".terangnya

masyarakat akhirnya bisa ditenangkan setelah tuntutan mereka di akomodir oleh Bupati Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution. Dan kabarnya, hari ini juga Bupati akan memberhentikan Kades Rumbio, dan Pengurus Aliran sesat juga akan segera meninggalkan Kabupaten Madina.

Sementara Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, terkait pesoalan dugaan aliran sesat yang melibatkan kepala desa rumbio, saya sudah menugaskan MUI, Kakan Kemenag Madina, dan Sekda Madina untuk mengecek kebenaran itu.

Mengenai ini, kata Bupati, sudah proses, kalau memang kepala desanya terlibat atau salah, sesuai dengan fakta yang ada dan masyarakat menginginkan kepala desa di copat, itu akan copot dengan mencari dasar hukumnya.

Untuk masalah ini, Dahlan Hasan menghimbau masyarakat supaya tetap tenang dan jangan membuat anarkis. Tadi juga sudah saya telepon masyarakat bahwa masalah ini sudah saya ambil alih,"ucapnya

Jangan lagi ada yang ribut-ribut agar tidak tersandung hukum, bekerjalah semana mestinya masalah ini akan tuntas,"kata Bupati. (putra)