× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda aceh Diduga Bermasalah, Tim Pansus DPRK Simeulue Sidak ke Sejumlah AMP

Diduga Bermasalah, Tim Pansus DPRK Simeulue Sidak ke Sejumlah AMP

467
SHARE
Diduga Bermasalah, Tim Pansus DPRK Simeulue Sidak ke Sejumlah AMP

Tim Pansus DPRK Simeulue saat sidak ke sejumlah AMP yang diduga bermasalah.

Simeulue, sidaknews.com - Tim Pansus Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Simeulue - Aceh melakukan Pansus terkait adanya sejumlah pabrik Aspal Mixing Plant (AMP) yang diduga tidak memiliki dokumen lingkungan Hidup di Simeulue, Aceh.

Hal itu dilakukan guna menertibkan sejumlah perusahaan nakal yang diduga selama ini beroperasi di wilayah itu yang disinyalir tidak memiliki izin lingkungan atau izin operasional.

"Kami melakukan pansus dalam rangka menertibkan sejumlah perusahaan yang diduga belum ada ijin lingkungan, nanti kami akan panggil mereka," Ujar Ketua Tim Pansus DPRK Simeulue, Ihya Ullumuddin, dilansir dari Gumpalan. Co. Kamis (08/08/2020)

Pada kesempatan itu Ketua Tim Pansus Ihya Ullumuddin turut didampingi sejumlah anggota DPRK lainnya yakni Nusar Amin, Raduin, Hansipar, Ugek Farlian, Andi Millian, Syahrian dan Haili.

Sementara TIM Pansus DPRK Simeulue juga mengukur salah satu pabrik AMP yang berlokasi di Desa Serafon Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulue. Sejumlah Anggota TIM Pansus terkejut karena jarak mesin dengan Bibir pantai hanya 28 meter. Menurut Ihya hal itu disinyalir kuat telah melanggar undangan-undang lingkungan tentang sempadan garis pantai dan P. 38 Kementerian Lingkungan Hidup.

" Itu semua sudah diatur di P. 38 KLHK 2019 seharusnya pihak perusahaan harus mematuhi peraturan tersebut apalagi pabrik AMP tersebut tidak sesuai RTRW Kabupaten Simeulue," Katanya.

Sementara Ihya juga menegaskan, jika memang terbukti perusahaan tersebut tidak memiliki ijin selama ini. Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Simeulue mendesak agar aparat penegak hukum harus menghentikan aktivitas mereka dilapangan, dan harus dipasang police line sampai mereka benar-benar memiliki ijin lingkungan secara resmi. Ihya juga mengatakan, DPRK Simeulue akan meminta ganti rugi jika sejumlah perusahaan tersebut terbukti merusak lingkungan.

Tidak hanya itu Tim Pansus juga melihat langsung ke lokasi AMP tersebut yakni AMP Serafon di Alafan, AMP Bahtera Agung di Batu Ragi dan AMP PT. Flamboyan yang berlokasi di Kuala Baru dan satu lagi pabrik AMP dikawasan Donggek Desa Mitem Kecamatan Simeulue Barat. (D.ril)

VIDEO