× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda kepri Diduga Tak Kantongi Izin Penimbunan di Gunung Lengkuas, Aktivis Lapor ke Satpol PP Bintan

Diduga Tak Kantongi Izin Penimbunan di Gunung Lengkuas, Aktivis Lapor ke Satpol PP Bintan

815
SHARE
Diduga Tak Kantongi Izin Penimbunan di Gunung Lengkuas, Aktivis Lapor ke Satpol PP Bintan

Tampak alat berat sedang melakukan pemerataan tanah gundukan timbunan tadi pagi.

Bintan, Sidaknews.com - Seorang oknum pengusaha terus mengerjakan pemerataan usai melakukan pengerukan dan penimbunan lahan yang beralamat di Kelurahan Gunung Lengkuas tepatnya di lingkungan RT 003/RW 003, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (24/10/2020).

Dari pantauan dan Investigasi awak media di lapangan bersama seorang Aktivis Sosial dan Lingkungan Bintan, Lelo Polisa Lubis, Sc kembali turun ke lokasi tersebut dan melihat satu unit alat berat sedang meratakan gundukan tanah timbunan yang didatangkan dari daerah Kampung Sembat, Kelurahan Kijang Kota.

Guna untuk mengetahui secara pasti mengenai segala macam perizinan terhadap kegiatan yang dimaksud, Lelo langsung menghubungi Ketua RT setempat, Tidak begitu lama RT-pun hadir juga ke lokasi.

"Peruntukannya untuk parkiran Trailer, kemarin dia ada ajukan izin IMB hanya sebatas memberi ke saya sajakan habis itu siapa yang mengurusnya tidak tahu. Membuat pergudangan, selang berapa hari kemudian mereka melakukan kegiatan ini, kita itu hanya persetujuan kayak surat pengantar gitu saja," ujar Ketua RT menjelaskan.

Sepulang dari sana, Aktivis itupun mengkonfirmasi pihak Kelurahan dan mendapatkan informasi bahwasanya pemilik lahan atas nama S bekerja di konsultan yang ada di Kota Tanjungpinang.

Dari keterangan Kelurahan, Peruntukannya setelah selesai pematangan lahan akan dibuat untuk parkiran alat berat yang sebelumnya berada di wilayah Kelurahan Sei Lekop karena habis kontrak lalu mereka pindah ke wilayah Gunung Lengkuas, mengenai izin parkirannya sudah diarahkan ke PTSP.

"Kalau dilihat oknum pengusaha ini seperti kebal hukum dan tidak taat pada peraturan administrasi
karena sampai saat ini saya ikuti mereka masih beraktivitas, Kuat dugaan belum mengantongi perizinan. Jadi, Diminta dinas terkait harus segera menghentikan dulu kegiatan tersebut sampai mereka menyelesaikan administrasi perizinannya," ungkap Lelo yang sudah menghubungi pihak Satpol-PP Bintan dan menyampaikan apa yang terjadi disana.

Masih sambungnya, Ia akui sudah mengirim foto dan video penimbunan lahan itu tadi pagi. Sampai dengan saat ini masih menunggu tanggapan dari jajaran Satpol-PP Bintan usai memberitahukan kondisi penimbunan dan pengerukan lahan disana. (Alek)