× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda aceh Dinas PUPR Banda Aceh: Jalan Wisata Pante Ceureumen Milik Pemprov Aceh

Dinas PUPR Banda Aceh: Jalan Wisata Pante Ceureumen Milik Pemprov Aceh

1061
SHARE
Dinas PUPR Banda Aceh:  Jalan Wisata Pante Ceureumen Milik Pemprov Aceh

Jalan Wisata Pante Ceureumen, Ulee Lheue Banda Aceh. (Foto Dicky Marzuki)

Banda Aceh, sidaknews.com - Hempasan ombak laut pasang purnama berdampak kerusakan tepi jalan Wisata Pente Ceureumen, Ulee Lheue menuju Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh.

Informasi dilapangan, salah seorang sumber bernama Jufrizal warga Keudah mengatakan. “Kerusakan jalan kawasan Wisata ini sebelumnya memang sulit dilalui oleh masyarakat pengendara roda dua- empat, Namun sekarang ini sudah bisa dilintasi setelah bebera bulan lalu sudah di lakukan penimbunan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh.” Katanya.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas, Jalaluddin, ST,MT, melalui Kapala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Kota Banda Aceh, beranisial SM mengakui keberadaan jalan Wisata Pante Ceureumen, Ulee Lheue kerab dikeluh masyarakat lantaran kerusakan jalan itu semakin hari semakin merusak diterpak ombak ketika pasang purnama, Namun setelah dilakukan penimbunan Alhamdulillah paling tidak sudah bisa dilintasi mengurangi macet.” katanya.

Ia menyebutkan. dampak dari pada kerusakan tepi jalan yang selama ini tidak kita tangulangi menjadi sorotan tajam oleh berbagai pihak masyarakat, seakan- akan Dinas PUPR Kota Banda Aceh abaikan kerusakan jalan itu terus berlanjut.

Hal ini kita juga tidak menyalahi masyarakat berasumsi sedemikian lantaran mereka tidak faham keberadaan status jalan itu, berhubung berada dalam kota Banda Aceh banyak pihak mengira pemelihara jalan itu secara otomatis dibawah dinas PUPR Banda Aceh, padahal tidak demikian dan perlu kami perjelaskan.

“Status Jalan wisata Pantee Ceureumen, Ulee Lheue sebenarnya bukan tanggung jawab Pemerintah (Pemko) Banda Aceh, melainkan adalah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh sebut kepada Media SidakNews.com Kamis (15/10).

Selama ini tidak kita lakukan perbaikan jalan tersebut lantaran belum serah terima kepada kita, artinya Pemko melalui Dinas PUPR Banda Aceh tidak mempunyai wewenang untuk melakukan perbaikan jalan tersebut, meskipun masuk dalam wilayah kawasan Wisata Kota Banda Aceh.” jelasnya.

Bicara kenapa sekarang ini kita lakukan perbaikan hal itu berdasarkan pertimbangan Pemko Banda Aceh untuk memudahkan masyarakat melintasi jalan wisata yang selama ini dikeluhkan masyarakat yang tidak mungkin kita biarkan terus menerus sulit dilintasi sementara kawasan itu tak pernah sepi dari pada pengunjung terutama pada sore hari, oleh karena PUPR Banda Aceh lakukan penimbunan tepi jalan yang rusak mencapai puluhan meter yang tidak mungkin kita biarkan.

Maka sejak kita lakukan penimbunan pada awal bulan Juni 2020, meskipun tidak permanen paling tidak sudah mengurangi macet Kini sudah mudah di lintasi masyarakat berkunjung kesana.” Terangnya.

Ia menjelaskan. “Sebenarnya jalan itu bukan jalan sarana umum untuk dilintasi masyarakat, melaikan jalan itu dibangun oleh Dinas Pengairan Aceh akses keluar masuk truek angkutan batu gajah paska pekerjaan pemasangan baru pemecah ombak pada tahun 2014, antara lain untuk memudahkan pemantauan terkadang ada batu tanggul yang jatuh dan sebagainya.

Namun beberapa tahun kemudian jalan tersebut menjadi objek wisata yang sangat menjanjikan disukai masyarakat Banda aceh dan sekitar manjakan mata disore hari, turutama pada hari libur.” Ujarnya.

Lebih lanjut. “Harapan kami kepada Pemprov Aceh ada baiknya jalan Ulee Lheue diserah terima kepada Pemerintah Kota Banda Aceh saja, biarlah Pemko Banda Aceh yang membangun. Namun bila nanti kami kekurangan angaran paling Pemprov bisa bantu dengan APBA, demikian harapan kami di Pemko Banda Aceh Snergi mendukung Program Aceh hebat.” Pungkas Kabid Jalan dan Jembatan, beranisial SM. (M. Ikram)