× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Disdik Pidie Jaya Seleksi GPK Berdedikasi dan Berprestasi

Disdik Pidie Jaya Seleksi GPK Berdedikasi dan Berprestasi

SHARE
Disdik Pidie Jaya Seleksi GPK Berdedikasi dan Berprestasi

Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya melaksanakan seleksi Guru Pembimbing Khusus (GPK) berdedikasi dan prestasi jenjang TK, SD, dan SMP.

PIDIE JAYA, sidaknews.com - Dalam menidaklanjuti Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 29 Tahun 2017, Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya melaksanakan seleksi Guru Pembimbing Khusus (GPK) berdedikasi dan prestasi jenjang TK, SD, dan SMP bagi satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif.

Kegiatan itu digelar di Aula kantor Camat Meureudu yang diikuti oleh 60 orang GPK. Senin 18 November 2019.

Kadisdik Pidie Jaya, Saiful, M.Pd mengatakan, pemberian penghargaan yang baru pertama kalinya dilaksanakan itu telah melalui seleksi yang bersifat idependen.

Ia mengukapkan melalui seleksi GPK ini diharapkan dapat memotivasi guru sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dalam meningkatkan wawasan dalam menangani anak berkebutuhan khusus.

Selain itu diharapkan semua pemangku kepentingan dapat meningkatkan komitmennya dalam pembinaan dan pengembangan profesionalitas guru untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu tanpa adanya perbedaan.

Kasi SD Disdik Pidie Jaya Zulwanis, S.Pd, dalam kesempatan tersebut mengatakan tahapan seleksi GPK sekolah penyelenggara inklusif berdedikasi ini, menggunakan instrumen berupa tes tertulis digunakan untuk mengukur kompetensi GPK.

"Kedua rubrik penilaian kompetensi sosial dan kepribadian Rubrik ini merupakan hasil penilaian/pengamatan dari atasan langsung/kepala sekolah," ujarnya.

Ketiga karya ilmiah digunakan untuk mengukur kemampuan dalam menuangkan ide, pikiran, dan pengalaman sukses/unggul selama melaksanakan fungsi-fungsi guru yang berbentuk laporan penelitian atau pengalaman sukses/unggul, yang ditulis sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah.

Dan keempat presentasi karya ilmiah. Karya Ilmiah yang dimaksud berupa pengalaman sukses (best practices) sebagai guru pendidikan inklusif, dan 5. Wawancara yang bertujuan untuk menggali wawasan pendidikan khusus. (Nas)