× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumsel Disinyalir Ada Lobi-Lobi Proyek Drainase dan Cor Beton Babat Supat - Bonot Lais Terkesan Asal Jadi

Disinyalir Ada Lobi-Lobi Proyek Drainase dan Cor Beton Babat Supat - Bonot Lais Terkesan Asal Jadi

913
SHARE
Disinyalir Ada Lobi-Lobi Proyek Drainase dan Cor Beton Babat Supat - Bonot Lais Terkesan Asal Jadi

Proyek pembangunan Drainase dan Cor Beton peningkatan ruas Jalan Babat Supat - Bonot Lais.

Muba, sidaknews.com - Telan anggaran APBD Rp 9.9 Milyar Proyek pembangunan Drainase dan Cor Beton peningkatan ruas Jalan Babat Supat - Bonot Lais terkesan asal jadi dan minimnya pengawasan.

DIduga kurangnya Pengawasan dari Dinas PUP-R Kabupaten Musi Banyuasin pembuatan Drainase atau saluran air terbuka sisi kanan dan kiri jalan Babat Supat menuju Bonot Lais terkesan serampangan.

'BR' salah satu pengguna jalan yang kebetulan saat itu coba mendekati wartawan media ini saat mengambil dokumentasi. Dirinya bingung fungsi Drainase yang sembraut tersebut untuk apa.

Cor beton

"Ini parit fungsinya untuk apa ya, kok asal-asalan begini buatnya. Apa mungkin proyek sebesar ini tidak ada Pengawasan dari Pemerintah ya. Kacau pak kalau begini saya aja ngak rela kalo bayar orang buat parit rumah hasilnya begini, tapi negara kok bisa terima ya" ujarnya.

Tak henti disitu, berdasarkan data yang telah dihimpun Proyek Cor Beton Babat Supat - Bonot Lais terindikasi kurangnya pengawasan. Pasalnya hasil proyek tersebut terlihat banyak yang retak hingga patah sampai ke dasar.

Akibat kelalaian dalam pengawasan saat proses pembuatan pondasi. Seperti pemasangan agregat yang disinyalir tidak sesuai akhirnya berdampak pada kualitas jalan tersebut.

"Pengecoran jalan terkesan asal jadi karena pekerjaan belum selesai, tapi sudah retak dan ada yang patah," ujar salah satu warga setempat yang namanya tidak disebutkan, Senin (23/11/20).

Untuk diketahui dikutip dari berbagai sumber, tahapan pengecoran jalan yang benar bermula dari perataan permukaan tanah pastikan tidak ada batu besar maupun kayu.

Lalu dilanjutkan pemasangan pondasi beton, lapisan tanah urugan sebagai pondasi menggunakan batu makadam dengan ketebalan sekitar 10-30 cm. Lapisan ini terdiri dari pecahan batu lebih kecil dari batu untuk pondasi rumahan. Diberikan lapisan sirdam dengan ketebalan yang sama. Padatkan lapisan tersebut dengan vibrator beton agar terpadatkan dengan baik dan sempurna.

Kemudian proses selanjutnya, Landasan cor beton, Pemasangan kerangka beton, proses pengecoran beton dan Proses pemadatan beton dengan cara disiram air pada jalan. Biasanya selam 23-27 hari berturut-turut. Hal ini dilakukan untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan air pada lapisan beton yang baru diproses. Beton yang mengeras lambat laut akan terbukti kuat dan kokoh,sampai berita ini di terbitkan pihak PUP-R belm bisa di konfimasi. (Awam)

 

VIDEO