× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah DLH Kabupaten Blitar Mendukung Program Bank Pohon Melalui Yayasan Caping Gunung Gerakan Blitar Menanam

DLH Kabupaten Blitar Mendukung Program Bank Pohon Melalui Yayasan Caping Gunung Gerakan Blitar Menanam

187
SHARE
DLH Kabupaten Blitar Mendukung Program Bank Pohon Melalui Yayasan Caping Gunung Gerakan Blitar Menanam

Blitar, sidaknews.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, dilatar belakangi oleh adanya kerusakan hutan dan semakin berkurangnya tutupan vegetasi di Kabupaten Blitar yang mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor tahunan. Dan apabila hal ini dibiarkan terus – menerus dikhawatirkan akan mengancam kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Blitar.

Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Blitar menginisiasi berdirinya bank pohon sebagai upaya konservasi di wilayah blitar. Bertempat di Yayasan Caping Gunung Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan, Jum'at (16/10/2020).

Disampaikan Masna Karinah, S.Hut.MM Kasi Konservasi Sumber Daya Alam DLH menyampaikan, "untuk itu diperlukan upaya pemulihan dan rehabilitasi lahan melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menyediakan kebutuhan bibit tanaman penghijauan lingkungan maka dibentuklah Bank Pohon. Bank pohon dapat diartikan sebagai suatu inovasi baru yang memadukan sistem pelayanan perbankan dalam hal manajemen keluar–masuk penyediaan bibit tanaman.

Dengan model pengelolaan persemaian bibit permanen oleh BPDAS Brantas untuk mendukung percepatan Gerakan Blitar Menanam.Sumber daya dan keberlanjutan program ini tertuang sesuai tupoksi pada Bidang Konservasi dan Kemitraan Lingkungan DLH Kabupaten Blitar. Dari sinilah dibentuk tim pengelola yang melibatkan staf dinas dan pendamping dari unsur pegiat lingkungan. Peraturan ini telah diterbitkan Perbup No. 37 Tahun 2017 tentang Gerakan Blitar Menanam serta ada dukungan anggaran untuk pelaksanaan bank pohon".

"Dalam pelaksanaan penghijauan lingkungan dengan memanfaatkan bibit dari bank pohon telah melibatkan berbagai komunitas pegiat lingkungan yang konsen dan komitmen dalam upaya pelestarian lingkungan. Selain itu program ini juga sangat mungkin diterapkan di tempat lain karena mudah di implementasikan dan tidak memerlukan biaya yang tinggi. Adapun dampak dibentuknya Bank Pohon berdasarkan evaluasi internal dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar, diketahui bahwa antusias, minat dan kesadaran masyarakat dalam mendukung Gerakan Blitar Menanam semakin meningkat dan memerlukan dukungan penyediaan bibit yang memadai. Pun dengan jumlah dan jenis bibit berdasarkan permohonan dari masyarakat kepada DLH jumlahnya semakin meningkat".

"Untuk menyukseskan Gerakan Blitar Menanam diperlukan partisipasi seluruh komponen masyarakat Kabupaten Blitar serta dukungan penyediaan bibit yang memadai. Optimalisasi peran jejaring komunitas dan memanfaatkan media sosial sangat dibutuhkan untuk mendukung program ini. Bank Pohon melalui Yayasan Caping Gunung mampu menggalang berbagai elemen masyarakat untuk terlibat dalam mendukung Gerakan Blitar Menanam".

"Bank pohon memberikan dampak positif khususnya dalam rangka meningkatkan partisipasi berbagai lapisan masyarakat seperti para pegiat lingkungan dan dinas/instansi pemerintah. Di lain sisi, Bank Pohon juga memberikan edukasi dini bagi siswa siswi sekolah dan pramuka tentang kesadaran pelestarian lingkungan melalui pembelajaran pembibitan dan praktik penanaman. Berjalannya program ini tidak lepas dari regulasi pemerintah Kabupaten Blitar diantaranya Perda Kabupaten Blitar No. 11 Tahun 2011 Tentang Pelestarian Flora dan Fauna. Peraturan Bupati Blitar No. 36 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pohon, yang bertujuan untuk mengajak masyarakat dalam membudayakan penanaman dan pemeliharaan pohon. Peraturan Bupati Blitar No. 37 Tahun 2017 tentang Gerakan Blitar Menanam, dimaksudkan untuk menggalang seluruh kekuatan masyarakat untuk berperan aktif menyelamatkan lingkungan melalui aksi penanaman pohon. Peraturan Bupati Blitar No. 38 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca".Tutupnya.

DOLIS SETIAWAN Ketua Yayasan Caping Gunung menambahkan, "dimulai pada Tahun 2017 pengadaan bibit tanaman bank pohon termasuk ke dalam kegiatan pengendalian kerusakan hutan dan lahan. Pada Tahun 2020 bank pohon masuk ke dalam kegiatan fasilitasi konservasi SDA. Program Konservasi dan Kemitraan Lingkungan. Kedua kegiatan/program tersebut ditujukan untuk pencapaian indeks tutupan vegetasi yang memadai di wilayah Kabupaten Blitar".

"Tahun 2020 anggaran dari APBD untuk pengadaan bibit terealisasi sehingga dan Sosialiasasi Kebijakan pengelolaan bank pohon mengoptimalkan pemanfaatan IT media sosial dan jejaring komunitas pegiat lingkungan seperti, Surat Edaran tentang Gerakan Blitar Menanam, menerbitkan brosur/Leaflet Gerakan Blitar Menanam dan Leaflet Perlindungan Pohon. Sosialisasi melalui pertemuan yang dihadiri oleh anggota komunitas pegiat lingkungan maupun Dinas terkait. Mempromosikan melalui media sosial berupa pamflet adopsi dan donasi pohon. Membuka stand bank pohon pada acara HPSN Tahun 2020".

"Terdapat banyak sasaran yang memanfaatkan bibit tanaman dari bank pohon baik perorangan maupun lembaga. Disamping itu ada partisipasi masyarakat dan dunia usaha untuk menyumbangkan bibit pohon melalui donasi/sumbangan/CSR bibit pohon. Donasi dari masyarakat dan semaian dari yayasan sendiri sejumlah 2100 bibit siap tanam sampai desember tahun ini. Bibit dari pengadaan APBD melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar sebanyak 11ribu bibit, sumbangan CSR Bank BPD Jatim sejumlah 10 ribu bibit, dipergunakan untuk mengkonversi disisi selatan sungai Brantas. Yang menarik 68 persen adalah bibit buah dan sisanya sebesar 32% tanaman pelindung ,hias, sebagai tanaman rintisan wisata di jalur pansela". Pungkasnya. (Bas/Adv/Kmf)