× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda pendidikan, tebagsel Dua Anak Yatim di Padangsidimpuan Putus Sekolah, Tanggungjawab Siapa

Dua Anak Yatim di Padangsidimpuan Putus Sekolah, Tanggungjawab Siapa

SHARE
Dua Anak Yatim di Padangsidimpuan Putus Sekolah, Tanggungjawab Siapa

Keysa Naila Simanjuntak, anak yang terpaksa putus sekolah karena tidak memiliki biaya.

Sidimpuan, sidaknews.com - Dua anak yatim Keisya Naila Simanjuntak (5) dan Syahril Simanjuntak (19), yang tinggal di Kelurahan Palopat maria, lingkungan 4, Kecamatan Hitaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk sekolah harus kandas, karena orang tua mereka tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan mereka, hal itu hanya permasalahan ekonomi semata.

Mendapat informasi tersebut di sore menjelang Magrib, Minggu (1/2/2020), Wartawan mencoba menyusuri tempat satu gang kecil dengan lebar 1 meter. Tidak jauh berjalan, rumah kontrakan orangtua Naila sudah bisa dijumpai. Namun gang sempit tersebut sangat sulit untuk dilewati sepeda motor.

Ketika sampai di rumah mereka, Naila bersama dengan kakaknya, Siti Nursafni Simanjuntak, terlihat sedang memasak air dengan menggunakan kayu bakar. Sedangkan Berlian Nasution, orangtua perempuan, baru saja pulang kerja.

Senyum ramah Naila langsung keluar ketika melihat tamu yang datang. Sembari memanaskan air, dia tidak lupa bermain dengan teman sebaya yang ada di lingkungan itu. Di tangannya, dia memegang sebuah buku tulis. Tak jarang, anak kelima dari lima bersaudara itu bertanya kepada kakaknya tentang apa yang dia tulis atau yang dipelajari.

Meski Berlian Nasution masih terlihat letih, namun, semangatnya untuk membimbing Naila tidak kendur. Pembicaraan antara Wartawan dan Berlian dimulai dengan bertanya tentang keberadaan Horas Simanjuntak, yang tidak lain ayah dari anak-anaknya. Dengan polos, perempuan yang kesehariannya bekerja jadi pembabat sawah itu menjawab, bahwa suaminya sudah meninggal dunia.

Spontan, penulispun ikut terdiam mendengar pernyataan itu. Tak lama, Berlian menjelaskan kedua anak itu putus sekolah karena tidak sanggup untuk memenuhi biaya pendidikan. "Syahril dan Naila sudah berhenti sekolah, "tuturnya. Namun kata Berlian, dua anaknya yang lain, Putra Simanjuntak dan Siti Nursafni masih tetap sekolah.

Naila putus sekolah sejak beberapa bulan yang lalu. Saat itu, almarhum suaminya sedang sakit sakitan dan butuh biaya perobatan. Kondisi yang sama juga dialami Syahril. Namun, Syahril berhenti karena permintaan sendiri."Naila sampai sekarang mau sekolah, tapi saya tidak sanggup,"imbuhnya.

Putra, saat ini bisa sekolah karena dapat pekerjaan sebagai antar jemput salah seorang tetangga. Setiap hari, Putra melakukan pekerjaannya agar dapat terus sekolah. Bekerja sebagai pembabat sawah, Berlian mendapatkan upah Rp45 ribu/hari. Beruntung, sewa rumah yang ditempat mereka masih dapat diskon dari pemilik.

"Syukur, pemilik rumah ini tidak mematok harga yang tinggi. Kalau tidak, saya tidak tau mau membawa kemana anak- anak,"tandasnya. Berlian menambahkan, hingga saat ini dia masih mempunyai keinginan kuat untuk menyekolahkan anak-anaknya yang sudah putus sekolah. (NST/Sabar)

 

VIDEO