× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Dua Anggota MPR Kunker di Nagekeo Sosialisasikan 4 Pilar

Dua Anggota MPR Kunker di Nagekeo Sosialisasikan 4 Pilar

338
SHARE
Dua Anggota MPR Kunker di Nagekeo Sosialisasikan 4 Pilar

Wakil Ketua MPR-RI H. Jazalul Fawaid bersama anggota MPR-RI H.M Dipo Nusantara Pua Upa, menyerahkan buku yang berisi nilai nilai dan teori tatanan sosial yang menjadi dasar 4 Pilar MPR-RI (foto/M.Yasin/Dok: sidaknews.com)

Nagekeo, sidaknews.com - Wakil Ketua serta Anggota Majelis Permusyaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) H. Jazilul Fawaid dan H.M Dipo Nusantara Pua Upa melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Nagekeo guna mengsosialisaikan 4 (empat) pilar MPR-RI, Rabu malam (29/07/2020).

4 pilar yang disosialisasikan sebagai kekuatan negara dan kerukunan antar umat serta budaya di Indonesia, yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi bertempat di aula Hotel Pepita Danga yang dihadiri sejumlah stacholder dari berbagai lembaga dan tokoh serta para Kepala Dinas Pemda Nagekeo.

Dalam penjelasan materi tersebut, anggota MPR RI H.M Dipo Nusantara memuji Nusa Tenggara Timur (NTT) jauh sebelum warga lain di provinsi lain di Indonesia menggunakan teori dan nilai Pancasila, NTT sudah gunakan terlebih dahulu, dapat dilihat dari tatanan kehidupan sosial masyarakatnya.

Rangkaian kegiatan Wakil Ketua MPR-RI H. Jazalul Fawaid bersama anggota MPR-RI H.M Dipo  

Dikatakan H.M Dipo Nusantara bersyukur bahwa dirinya berada di Komisi III (tiga) bukan komisi yang menangani proyek tapi komisi nya membidangi Hukum dan Keamanan termasuk pemeriksaan proyek pusat sampai daerah dan mengenai situs Pancasila di Kota Ende harus dikelola oleh pihak swasta.

"Alhamdulillah saya berada di komisi III saya ditempatkan ketua umum yang membidangi Hukum dan Keamanan serta Pengawasan dan kalau untuk proyek jangan minta, soalnya Komisi kami bukan bagian dari menangani proyek, tapi untuk komisi kami yaitu di pengawaasan kami bermitra dengan Kapolri, KPK, Kejaksaan, BNPT, BNN, PPATK dan masih banyak mitra kerja lainnya, kemarin sempat kita jalan ke Ende berkunjung ke situs Bung Karno dimana situs itu melahirkan Pancasila dan situs itu harus dikelola swasta agar lebih profesional menanganinya karna merupakan situs nasional, swasta yang mengelola bisa mendapatkan dana diluar dari APBD, kalau mengharapkan APBD untuk penanganan serta perawatannya tidak bisa kita harapkan, karna APBD di Daerah ini masih sangat kecil,"Kata Dipo.

Sementara itu Wakil Ketua MPR RI H. Jazilul Fawaid, yang menjadi pembicara pada acara tersebut mengungkapkan, 4 pilar MPR RI dulunya merupakan 4 pilar kebangsaan karena ada putusan yang dilarang menggunakan pilar kebangsaan maka di rubah menjadi 4 Pilar MPR RI. Menurutnya, acara sosialisasi 4 pilar harus terus digalakan dan ditingkatkan ke daerah-daerah pelosok desa, karena MPR RI konsisten membangun karakter bangsa melalui permasyarakatan 4 pilar MPR RI kepada seluruh elemen bangsa.

"jadi empat pilar itu bisa disingkat menjadi PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 45), MPR Bisa membuat 4 pilar semakin didengungkan hingga ke daerah," katanya.
Harapan yang ingin kita capai dalam berbangsa dan bernegara Kami sangat mengharapkan fungsi wewenang pemerintah Daerah dapat berperan aktif dalam menyampaikan narasi-narasi kebangsaan yang berisikan nilai-nilai Luhur kebangsaan kepada seluruh lapisan masyarakat,"ungkapnya.

Yang dimaksud dengan 4 pilar yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara serta Ketetapan MPR RI, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Berdasarkan pandangannya, Pulau Flores merupakan contoh pengejawantaan nilai – nilai Empat Pilar Kebangsaan karena telah menjadikan perbedaan menjadi kekuatan. Sebagai kader Nahdatul Ulama (NU), Empat Pilar Kebangsaan, selalu identik dengan PBNU yakni P adalah Pancasila, B adalah Bhineka Tunggal Ika, N adalah NKRI dan U adalah UUD 1945.

“Jadi Empat Pilar ini dibuat bukan karena ada NU, bukan. Kebetulan namanya pas saja dan memang NU selalu pas buat nusantara ini,” katanya.

Menurutnya, Indonesia akan lestari bila PBNU-nya kuat. Sama halnya di Nagekeo, Flores akan tercerai berai bila PBNU tidak kuat. Dalam rundown rencana keunjungan Wakil Ketua MPR RI bersama Anggota DPR RI yang diterima Sidaknews.com, direncanakan akan berkunjung ke Kabupaten Ngada untuk melakukan kegiatan serupa. Selanjutnya melaksanakan sholat Idul Adha di Manggarai dan berakhir di Labuan Bajo. (M.Yasin)

VIDEO