× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Dua Kali Lolos, Kali Ini Ucok Kena Pelor Polisi

Dua Kali Lolos, Kali Ini Ucok Kena Pelor Polisi

2880
SHARE
Dua Kali Lolos, Kali Ini Ucok Kena Pelor Polisi

Ucok pelaku Curanmor berikut septor curiannya saat diamankan Polisi (Foto/Ist)

Karo, sidaknews.com - Ucok (25) meringis kesakitan dan tersungkur seketika setelah timah panas unit Opsnal Polres Karo menjebol kaki kirinya karena melawan saat diamankan.

Warga pendatang dari desa Kampung Nangka, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara Jumat (22/5/2020) diciduk Polisi di Jalan Vetran Kabanjahe berikut septor hasil curiannya jenis Honda Kharisma B 6955 EAL milik Edi Armin Zai (19) yang tinggal di Simpang VI Kabanjahe yang juga teman satu kerjanya sebagai penjual ikan asin di Pusat Pasar Kabanjahe.

Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Sastrawan Tarigan,SH.MH kepada Wartawan mengatakan kronologis penangkapan tekait adanya laporan yang diterima.

Laporan tersebut terkait hilangnya satu unit septor yang terjadi pada hari Jumat (22/5/2020) sekira pukul 10.00 wib di Jalan Pasar Baru, Kabanjahe yang diparkirkan oleh korban benama Edi Armin Zai.

Selanjutnya Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Tanah Karo melakukan penyelidikan identitas tersangka ke seputaran kota Kabanjahe.

Sekitar pukul 10.10 wib, Unit Opsnal Polres Karo melihat seseorang laki-laki di Jalan Veteran Kabanjahe yang sedang membawa sepeda motor jenis karisma .Ssuai dengan laporan korban.

Saat diamankan dan diinterogasi laki-laki tersebut dan mengaku telah melakukan pencurian satu unit sepeda motor jenis karisma di Pasar Baru, Kecamatan . Kabanjahe Kabupaten Karo dan langsung diamankan.Namun pada saat melakukan pengembangan tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga petugas memberikan tembakan tegas terukur"Ujarnya.

Sementara pengakuan Ucok saat dikonfirmasi, bahwa dia sudah enam bulan tinggal di Kabanjahe dan bekerja dengan korban di tempat Atok jual ikan asin di Pusat Pasar Kabanjahe. Saya sudah tiga kali melakukan pencurian septor, yang pertama diseputaran Simpang desa Lingga Kecamatan Simpang Empat jenis Honda Supra kedua RX King diseputaran Pajak Kabanjahe dan saya jual ke Kota Cane seharga 2,5 juta rupiah, uangnya untuk poya-poya.
Sedangkan yang ketiga ini gagal dan rencana jual kepada penadah untuk biaya lebaran pulang ke Kotacane Aceh Tengggara, tapi gagal dan terpaksa lebaran di penjara"Katanya sambil meringis kesakitan. (AS)