× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda jabar Dua Komplotan Pembobol Mini Market Antar Provinsi Ditangkap Polres Tasikmalaya, Satu DPO

Dua Komplotan Pembobol Mini Market Antar Provinsi Ditangkap Polres Tasikmalaya, Satu DPO

579
SHARE
Dua Komplotan Pembobol Mini Market Antar Provinsi Ditangkap Polres Tasikmalaya, Satu DPO

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putera saat rilis terhadap Dua Komplotan Pembobol Mini Market Antar Provinsi.

TASIKMALAYA, sidaknews.com - Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil meringkus dua pelaku spesialis Pembobol minimarket antar Propinsi yang sering beroperasi di wilayah Jawa Barat dan Banten. Sedikitnya tujuh minimarket pernah dibobol oleh Komlotan pelaku yang juga residivis berbagai kasus pencurian ini.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putera menuturkan, kedua pelaku ditangkap di tempat dan waktu berbeda. Tersangka pertama berinisial AN(44) alias Dias ditangkap di rumahnya di Bandung, setelah melakukan pencurian minimarket di Salawu.

"Mereka itu melakukan aksi pencurian di Mini market AlfaMart wilayah Salawu tanggal 10 November 2019 sekira pukul 03.15 WIB , kita tanggap tanggal 17 November 2019, " Kata Dony dalam konferensi pers di Mako Polres Tasikmalaya yang di Hadiri PJU Polres, Kamis (28/11).

Setelah penangkapan AN, kata Dony, penyidikan mengarah pada satu nama yakni DW (37) warga Jakarta utara. DW ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

DW, kata Dony, merupakan otak pelaku perampokan. Bahkan, DW memegang berbagai jenis kunci yang dipakai untuk membobol pintu minimarket.

"Modusnya itu merusak kunci pintu, lalu melumpuhkanCCTV untuk menghilangkan jejak Tapi berkat kerja keras petugas, mereka bisa kita tangkap," Jelasnya.

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita ratusan bungkus rokok berbagai merk, puluhan bungkus susu formula dan berbagai jenis kunci, Dari hasil penyidikan rata-rata dari satu TKP para pelaku bisa menggondol barang dan uang mencapai Rp30 juta.

"Selain barang yang mudah dijual mereka juga membobol brangkas Mereka jual barangnya,kemudian uang untuk kebutuhan sehari-hari," tambah Kapolres.

Kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,Saat ini polisi masih memburu Komlotan satu nya lagi yang ditetapkan sebagai DPO. (Rudi/Hms)