× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda peristiwa, tebagsel Dua Pria di Paluta Saling Bacok, Satu Tewas dan Satu Kritis

Dua Pria di Paluta Saling Bacok, Satu Tewas dan Satu Kritis

4358
SHARE
Dua Pria di Paluta Saling Bacok, Satu Tewas dan Satu Kritis

Personil Polsek Padang Bolak saat berada di TKP Desa Sihapas-hapas, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Paluta.

PALUTA, sidaknews.com - Peristiwa perkelahian antara dua orang pria yang mengakibatkan salah seorang meninggal dunia, terjadi di Desa Sihapas-hapas, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari pihak Polsek Padang Bolak, Senin (13/1/2020), korban diketahui bernama Harun Harahap (40) warga Desa Sihapas-Hapas, Kecamatan Padang Bolak.

Untuk saat ini tersangka diketahui bernama Gokkon Pardede (40) warga desa Sihapas-Hapas, Kecamatan Padang Bolak.

Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar, dalam laporannya menyampaikan bahwa peristiwa yang diduga kasus pembunuhan ini diketahui berdasarkan laporan dengan nomor LP/06/I/2020/SU/TAPSEL/P.BOLAK tanggal 12 Januari 2020 tentang adanya penemuan mayat.

Katanya, dari keterangan yang dihimpun dari sejumlah saksi-saksi diantaranya Sundut Ulia Harahap (35) dan Desi Harahap (35) warga Desa Sihapas-Hapas, Kecamatan Padang Bolak beserta sejumlah warga sekitar, pelaku dan korban diketahui terlibat perkelahian dengan senjata tajam terlebih dahulu hingga mengakibatkan salah seorang meninggal dunia.

“Informasi sementara yang dihimpun, keduanya terlebih dahulu terlibat perkelahian dengan senjata tajam yang mengakibatkan salah satunya meninggal dunia,” ujarnya.

Dari uraian singkat berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui pada hari Sabtu (11/1/2020) sekitar pukul 10.30 Wib, korban atas nama Harun Harahap berangkat dari rumahnya di Desa Sihapas-Hapas menuju kebun milik Metmet Arraji yang sedang dikerjakan oleh Gokkon Pardede yang ditanami nilam dan berjarak sekitar 1 Km ke atas gunung dari desa Sihapas-hapas dan berkebetulan ada istri diduga tersangka yakni Desi Harahap.

Selanjutnya, kedua belah pihak bertengkar mulut antara korban Harun Harahap dengan Gokkon Pardede yang kemudian berkelahi dengan masing-masing menggunakan parang bawaan mereka yang diikat memakai sarung dipinggang.

Kemudian, setelah terjadi perkelahian, Desi Harahap yang diketahui merupakan istri terduga pelaku Gokkon Pardede memberitahukan kepada warga lainnya Sundut Ulia Harahap dan langsung melihat kedua belah pihak sudah dalam kondisi terkapar.

Korban Harun Harahap sudah tergeletak dengan kondisi banyak luka mengeluarkan darah sementara terduga pelaku Gokkon Pardede terduduk memandangi korban yang diketahui sudah meninggal dunia. Kemudian masyarakat lainnya datang dan menghubungi pihak kepolisian.

Menerima laporan tersebut, Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar SH MH beserta sejumlah personil dan tim medis turun langsung untuk melakukan cek TKP dan ditemukan ada mayat yang sudah mulai membusuk dengan banyak luka dikepala dan kaki kiri putus bagian pergelangan kaki dilokasi ladang milik Met Met yang dikerjakan oleh Gokkon Pardede.

“Setelah adanya informasi, kita langsung turun bersama anggota dan tim medis untuk melakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan dari sejumlah pihak,” ujarnya.

Setelah melakukan olah TKP dan pengumpulan sejumlah keterangan dan informasi, Kapolsek Padang Bolak menyampaikan kepada kepala desa Sihapas-Hapas untuk mengurus jenazah korban karena diketahui korban tidak punya istri dan anak, sehingga jenazah korban dibawa dari ladang nilam ke desa Sihapas-hapas untuk disemayamkan.

Dari lokasi kejadian, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 2 buah sarung parang, sepasang sepatu yang dipakai korban dan sepasang pakaian yang dipakai korban.

Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar, juga menyampaikan bahwa saat ini terduga pelaku atas nama Gokkon Pardede diketahui masih dirawat di salah satu Rumah Sakit wilayah Rantau Prapat, Labuhan Batu bersama istrinya.

“Untuk sementara motif perkelahian diduga adalah lahan. Tapi kita masih terus melakukan penyelidikan dan memintai keterangan serta mengumpulkan bukti-bukti dari saksi lainnya termasuk dari istri terduga pelaku yang saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit daerah Rantau Prapat,” terangnya. (Febri)

VIDEO