× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Dugaan Korupsi Atas Penggunaan DD di Desa Pertapaan Sergai Kembali Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Atas Penggunaan DD di Desa Pertapaan Sergai Kembali Dipertanyakan

SHARE
Dugaan Korupsi Atas Penggunaan DD di Desa Pertapaan Sergai Kembali Dipertanyakan

Kantor Desa Pertapaan.

SERGAI, sidaknews.com - Walau sudah pernah terperiksa di Polres Tebing Tinggi atas dugaan korupsi Dana Desa (DD) Tahun 2017 dan 2018, ternyata tidak membuat efek jera Mariono Kepala Desa (Kades) Pertapaan Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdamg Bedagai (Sergai) Propinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam menggunakan DD Tahun 2019.

Pasalnya, dari beberapa kegiatan yang terprogram pada Bannner APBDes Tahun 2019 masih terdapat kegiatan pembangunan rehab balai desa di dusun 6 sebesar Rp 100.672.480 yang baru dimulai dan kegiatan perkerasan jalan Telford di dusun 5 sepanjang 118 x 3 m sebesar Rp 77.573.621 yang juga tidak jelas keberadaannya, sementara waktu pelaksanaan sudah hampir finish.

Hal ini diketahui awak media dan tim investugasi LSM STRATEGI saat monitoring ke desa Pertapaan, Rabu (27/11).

Selain kegiatan tersebut, tahun 2019 ini juga terdapat beberapa kegiatan yang terprogram pada bidang pembangunan antara lain pembuatan saluran drainase di dusun 5 sepanjang 300 m sebesar Rp 90.815.924, pembuatan rabat beton di dusun 2 sepanjang 160 x 3 m sebesar Rp 109.180.264, pembuatan rabat beton di dusun 6 sepanjang 200 x 3 m sebesar Rp 125.868.000, pembuatan rabat beton di dusun 7 sepanjang 50 x 2 m sebesar Rp 21.381.516 dan pembuatan plat dueker 1 unit sebesar Rp 11.404.000 yang hasil pekerjaanya masih jauh dari harapan masyarakat karena sudah mulai rusak akibat kurang bermutu. Sementar pada bidang pemberdayaan terdapat kegiatan pelatihan masyarakat sebesar Rp 103.060.000.

Saat kedua kegiatan diatas ditanyakan kepada warga dusun 5 yang namanya tidak bersedia dipublikasikan, warga tersebut menyebutkan bahwa memang benar kegiatan pembangunan rehab balai desa masih baru dimulai dan kegiatan perkerasan jalan Telford di dusun 5 juga tidak tahu dimana penempatannya.

Saya warga dusun 5, tetapi saya tidak tahu dimana lokasi kegiatan perkerasan jalan telford, yang tahu saya di dusun ini ada kegiatan perkerasan jalan dengan batu padas, pasir dan tanah merah sepanjang 50 m, imbuhnya.

Sementara Kades Mariono saat dihubungi melalui hubungan telpon dan sms hingga berkali-kali, juga tidak bersedia memberi jawaban.

Disela-sela monitoring, kepada sidaknews.com, Ketua LSM STRATEGI Kota Tebing Tinggi Ridwan Siahaan saat memimpin monitoring menyebutkan sangat menyesalkan perbuatan Kades Mariono yang tidak bersedia memberikan jawaban atas beberapa kegiatan tersebut saat dipertanyakan, padahal notabene nya Kades Mariono pernah terperiksa atas dugaan korupsi Dana Desa Tahun 2017 dan 2018

Jangan karena berlangsungnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada 30 Oktibet 2019 yang lalu sehingga kegiatan bidang pembangunan di desa jadi terhambat.
"Apa mungkin Dana Desa tersebut sudah dipakai Kades Mariono pada Pilkades tersebut sehingga kegiatan baru dimulai, tandasnya.

Untuk itu, melihat perlakuan Kades Mariono yang kurang bertanggungjawab atas penggunaan Dana Desa sejak beberapa tahun ini dan juga tidak membuat efek jera baginya, maka kami akan melaporkan temuan ini ke penegak hukum di tingkat Propinsi dan Pusat, tegas Ketua LSM STRATEGI. (Tim)