× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda aceh Gapura Pintu Masuk Eks Pajak Ikan Peunayong Perlu Dibongkar, Begini Penjelasan Mahyuddin

Gapura Pintu Masuk Eks Pajak Ikan Peunayong Perlu Dibongkar, Begini Penjelasan Mahyuddin

369
SHARE
Gapura Pintu Masuk Eks Pajak Ikan Peunayong Perlu Dibongkar, Begini Penjelasan Mahyuddin

Gapura pintu masuk exs pajak Ikan Jalan Tgk Hasan Krueng Kalee, peunayong Banda Aceh (foto M. Ikran Farabi)

Banda Aceh, sidaknews.com - Pasca Rekolasi pedagang Ikan pajak Tradisioanal Peunayong, di Jalan Tgk Hasan Krueng Kalee, Kota Banda Aceh ke pasar Lamdingin/Ganoe, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, kerab menuai beragam masalah, mulai dari lapak dagang sampai ke soal Gapura pintu masuk akses keluar masuk kenderaan Roda dua- Empat.

 Hal ini salah seorang tokoh masyarakat Gampong Peunayong angkat bicara, Begini penjelasan Mahyuddin, kepada Media SidakNews.com. Minggu (02/08).

 Ia mengatakan. “Dampak dari pada dua Gapura akses keluar masuk kenderaan dua roda maupun sejumlah pedagang mendesak Pemko Banda Aceh, Aminulah Usman segera bongkar bangunan tersebut dinilai sangat merugikan banyak pihak. Mulai dari pedagang ruko maupun masyarakat pengendara roda dua dan empat sulit masuk areal pusat belanja karena pintu sempit, kata mereka,” Sebut Mahyuddin.

 Dua Gapura pintu masuk Exs pajak Ikan peunayong pasca pajak masih eksis salah satu tempat pengutipan Restrubusi parkir kenderaan roda dua masuk areal pajak ikan Peunayong, bekalangan sejak perpindahan pajak tersebut tidak ada lagi aktivitas pengutipan Restrubusi dipintu masuk kawasan itu..

 Masih kata Mahyuddin. “Saran saya sudah saatnya Pemko melakukan pembongkaran Gapura itu banyak pihak menilai tidak ada kemanfaatan baik kepada Pemko sendiri maupun kepada masyarakat, malah keberadaan Gapura tersebut mempersulit aktivitas jual beli para pedagang ruko antara lain sulit di lintasi oleh kenderaan roda dua- empat karena Gapura pintu masuk sangat sempit. Terutama Mobil Truek Colt Diesel pengangkutan barang Ruko tidak mudah masuk kawasan itu,” katanya.

 Salah satu penyebab sepi pengujung kepasar itu lantaran Gerbang pintu masuk Jalan Tgk Hasan Krueng Kalee sangat sempit tidak mudah dilintasi kenderaan dua dan empat Roda.

 Hal ini para pengusaha ruko/pedagang biasanya pendapatan tinggi sekarang ini malah menurun draktis, bagaimana tidak, konsumen enggan masuk ke areal itu, lebih memilih tempat lain belanja depan bekas pajak Ikan.

 sementara pedagang harus mengejar omset menutupi sewa ruko harga sangatlah mahal lantaran deretan jalan itu, salah satu tempat paling strategis untuk berjualan oleh para pengusaha ruko selama ini, maka tidak heran jika pemilik Rukopun berani bandrol sewa Ruko dengan nilai Ratusan Juta pertahun.

 Mahyuddin membenarkan hal itu. “Malah sebagian pengusaha ruko mengalami kerugian besar lantaran ambil sewa 5 tahun sekaligus, belum lagi satu tahun berjalan pajak ikan sudah pindah. tentunya hal ini kerugian besar kepada mereka,” ujarnya.

 Lebih lanjut. “Artinya sudah jatuh malah tertimpa tangga, bagaimana tidak Gapura tersebut salah satu penyebab terhambat rezeki pedagang Ruko depan exs pajak Ikan Peunayong,” Terang Mahyuddin.

 Menambahkan. ke beradaan Gapura pintu masuk tepatnya di tengah badan Jalan sangat tak Elok di pandang mata kala Kota Banda Aceh sedang bersolek, banyak pihak menilai bila diamati dari jarak jauh sudut pandang ke Gapura Pintu masuk itu tampak semakin kumuh tidak sama sekali terhiraukan.

 Hal ini pernah saya sarankan kepada Pemko Banda Aceh, Aminullah Usman, Gapura pintu masuk Pajak Ikan Peunayong masyarakat meminta kepada Pemko sekarang ini untuk segara di bongkar selain masyarakat sulit di lintasi sarana Transportasi Jalan umum itu, Gapura itu tidak ada keuntungan pendapatan PAD untuk Pemko sendir, malah ke beradaan Gapura tersebut menambah sembaraut, Kota Banda Aceh.

 Oleh karena saya kembali sarankan yang mana pernah saya katakana kepada pak Walikota, Aminullah usman ketika masih saya di DPRK Banda Aceh saran saya Gapura tersebut lebih baik di bongkar saja sebagaimana permintaan masyarakat, itu ketika Pajak Ikan masih aktif, sekarang ini tidak lagi di butuhkan untuk apa dipertahan.

 Kalau di bongkar sekarang ini paling tidak akan mengurangi ke macetan kota terutama dikawasan pajak pasar Peunayong Banda Aceh sekarang ini semakin meresahkan pengendara terpaksa haru berjibaku hindari jalan macet. Demikian paparan Mahyuddin, salah seorang tokoh masyarakat Peunayong, juga mantan anggota DPRK Banda Aceh, Politisi Partai Gerindra. (DICKY/Ikram)

VIDEO